Popular Posts
-
أخبرنا الشيخ الجليل الزاهد الثقة أبو الحسين المبارك بن عبد الجبار بن أحمد بن القاسم قال: Aku bertanya kepada ayahku dan Abu Zur’ah ...
-
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Puasa Bulan Rajab Pertanyaan: Akhir-akhir ini, banyak orang ...
-
عن عبد الله بن عمر قال أقبل علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال يا معشر المهاجرين خمس إذا ابتليتم بهن وأعوذ بالله ...
-
Diantara kaidah penting dalam ajaran Islam yang mulia ini adalah, menyerahkan urusan yang berhubungan dengan kemaslahatan umum,...
-
TIDAK MAU MENDENGAR DAN TAAT KEPADA PEMERINTAH DALAM PERKARA YANG BAIK Demokrasi tegak di atas prinsip pembolehan ...
-
MADZHAB AHLUS SUNNAH TENTANG TURUNYA ALLAH KE LANGIT DUNIA. Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini turunya Allah Ta’ala ke langit dun...
-
KENDURIAN ORANG MATI/TAHLILAN MENURUT KITAB I'ANATUTH THALIBIN Bismillah, Dari sebagian kaum muslimin yang banyak melakuk...
-
Jumhur ulama mengatakan bahwa isbal jika tidak disertai dengan kesombongan, maka hukumnya tidak sampai pada derajat haram. Paling be...
-
Kaum moderat adalah sebuah madzhab baru di abad ini. Mereka bertujuan menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran Khawarij dan Mu’tazilah. ...
-
Oleh Ustadz Abu Minhal Isu demokrasi telah mendunia. Ideologi produk Barat ini (baca: orang-orang kafir) lantas dipaksakan a...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Pages - Menu
Pages - Menu
Blog Archive
About Me
- Unknown
Jumat, 27 Maret 2015
Mungkin ada kita pernah melihat seorang ibu yang saking paniknya karena anaknya demam tinggi atau anaknya kejang karena demam, akhirnya sang ibu menyalahkan demam bahkan ada juga yang mencela
“kok
demamnya naik terus sih, padahal sudah diberi obat”
Atau
“dasar demam
ini! Ga tau apa kita susah ni.”
Ternyata
demam yang dicela atau sangat tidak diharapkan, ada manfatnya bagik bagi dunia
maupun akhirat. berikut sedikit pembahasanya.
Sebagian
orang yang tidak sabar, ketika ditimpa musibah atau sesuatu yang tidak sesuai
dengan keinginan hatinya maka ia mengeluh bahkan mencela. Seseorang yang sakit
mungkin awalnya ia akan mengeluh, akan tetapi lama-lama ia akan mencela dan
memaki. Apalagi jika sakit tersebut disertai dengan demam yang tinggi dan
sulit hilang, atau hilang-muncul.
Terdapat
larangan dalam syariat agar kita tidak mencela demam. dari Jabir radiyallahu ‘anhu,
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم
دَخَلَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ (أَوْ: أُمِّ الْمُسَيَّبِ)، فَقَالَ: مَا لَكِ يَا
أُمَّ السَّائِبِ (أَوْ: يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ) تُزَفْزِفِيْنَ؟ قَالَتْ:
اَلْحُمَّى، لاَ بَارَكَ اللهُ فِيْهَا. فَقَالَ: لاَ تَسُبِّي الْحُمَّى،
فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِيْ آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيْرُ خَبَثَ
الْحَدِيْدِ.
“Bahwasanya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu
al-Musayyib), kemudian beliau bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu
al-Sa’ib (atau wahai Ummu al-Musayyib), kenapa kamu bergetar?’ Dia menjawab,
‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabda, ‘Janganlah kamu mencela demam, karena ia
menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan
karat’.“[ HR. Muslim4/1993, no. 2575 ]
Syaikh
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
berkata,
” الحمَّى ” هي السخونة ، وهي نوع من الأمراض
وهي أنواع متعددة ، ولكنها تكون بقدَر الله عز وجل ، فهو الذي يقدِّرها وقوعاً ،
ويرفعها سبحانه وتعالى ، وكل شيءٍ من أفعال الله فإنه لا يجوز للإنسان أن يسبَّه ؛
لأن سبَّه سبٌّ لخالقه جل وعلا ، ولهذا قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( لا تسبوا
الدهر : فإن الله هو الدهر )
“Demam
yaitu rasa panas/hangat merupakan jenis penyakit yang sering terjadi, akan
tetapi terjadi karena takdir Allah, Allah yang menakdirkannya. Segala sesuatu
yang merupakan perbuatan Allah maka tidak boleh bagi manusia mencelanya karena
jika mencelanya berarti mencela penciptanya. Karenanya Nabi shallallahu alaihi
wa sallam bersabda, ‘janga;ah kalian mencela waktu karena Allah adalah
(pengatur dan pencipta) waktu.”[ Syarh
Riyadus shalihin 6/467-468 ]
Demikianlah
secara umum sakit bisa menggugurkan dosa seseorang asalkan dia bersabar Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ
مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ
الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
“Setiap
muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan
kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”[ HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 651]
Dan beliau shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ
نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ، حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ
اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ
“Tidaklah
seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu
melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.”[ HR. Muslim no. 2572 ]
bahkan bisa
jadi ia tidak mempunyai dosa sama sekali, menjadi suci sebagaimana anak yang
baru lahir ketika sembuh atau ketika meninggal karena penyakit tersebut.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ
وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا
عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ
“Cobaan akan
selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya
maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.”[ HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya, dan dinyatakan hasan
shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/565 no. 2399 ]
Hampir
setiap manusia pernah terkena demam
Karenanya
demam tidak perlu dicela karena memang sudah menjadi jatah manusia di dunia dan
ternyata bermanfaat, bisa menggugurkan dosa-dosa kita.
Oleh karena
itu, Ibnu Mas’ud radhiallahu
‘anhu berkata,
الحمى حظ المؤمن من النار
“demam
adalah bagian jatah seorang mukmin dari neraka”[ Dari Munad Ibnu Syihab dan dinukil oleh Ibnu Hajar dalam
Fathul Bari ]
Bahkan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
pernah terkena demam dengan panas dua kali lipat manusia.
Abu Sa’id
Al-Khudri radhiallahu ‘anhu berkata,
دخلت على النبي صلى الله عليه وسلم وهو يوعك،
فوضعت يدي عليه فوجدت حره بين يدي فوق اللحاف، فقلت: يا رسول الله، ما أشدها عليك!
قال: إنا كذلك يضاعف لنا البلاء ويضاعف لنا الأجر، قلت: يا رسول الله، أي الناس
أشد بلاءً؟ قال: الأنبياء، قلت: يا رسول الله، ثم من؟ قال: ثم الصالحون، إن كان
أحدهم ليبتلى بالفقر حتى ما يجد أحدهم إلا العباءة يحويها، وإن كان أحدهم ليفرح
بالبلاء كما يفرح أحدكم بالرخاء
“Aku
pernah mengunjungi Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam yang saat itu sedang sakit. Kemudian Aku letakkan
tanganku di atas selimut Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, aku dapati
panasnya (sangat panas karena yang disentuh adalah selimutnya, bukan badannya,
pent).
Aku berkata,
“wahai Rasulullah, betapa beratnya
demam ini!”
Lalu
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya kami para nabi, diberi ujian
yang sangat berat, sehingga pahala kami dilipat gandakan.”
Abu Said pun
bertanya, ‘wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?’
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab;
“Para nabi, kemudian orang shaleh. Sungguh ada
diantara mereka yang diuji dengan kemiskinan, sehingga harta yang dimiliki
tinggal baju yang dia gunakan. Sungguh para nabi dan orang shaleh itu, lebih
bangga dengan ujian yang dideritanya, melebihi kegembiraan kalian ketika
mendapat rezeki.”[ HR. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubro (3/372)
dishahihkan al-Albani]
Bahakan para
sahabat juga terkena demam.
Syaikh
Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah
berkata,
وقد أصيب الصحابة لما وصلوا المدينة بالحمى،
فوعك أبو بكر و بلال ، ودخلت عائشة على أبيها فقالت: يا أبت، كيف تجدك؟ ويا بلال ،
كيف تجدك؟ وكان أبو بكر إذا أخذته الحمى يقول:
كل امرئ مصبح في أهله والموت أدنى من شراك نعله
كل امرئ مصبح في أهله والموت أدنى من شراك نعله
“Para
Sahabat terkena demam ketika sampai di Madinah. Maka Abu Bakar dan Bilal
terkena demam. Kemudian ‘Aisyah menemui mereka kemudian berkata,
“wahai
ayah bagaimana keadaannmu? Wahai Bilal bagaimana keadaanmu?”
Abu Bakar
ketika tertimpa demam beliau berkata,
“Setiap
orang bersama keluarganya padahal kematian lebih dekat daripada tali
sandalnya.”[ Durus shautiyyah, sumber: islamport.com]
Manfaat
demam secara medis
Ternyata
demam memiliki menfaat bagi tubuh dan merupakan proses tubuh dalam adaptasi dan
menyesuaikan dengan keadaan tubuh yang terkena serangan infeksi atau
peradangan. Berikut ringkasan manfaat demam:
- meningkatkan kekebalan atau imunitas alami tubuh, sehingga infeksi bisa terkendali terutama infeksi virus
- mengurangi zat besi yang merupakan sumber makanan bagi kuman
- meningkatkan mobilitas sel darah putih untuk melawan penyakit dan infeksi
- demambisa menurunkan efek racun dari kuman yaitu yang disebut endoktoksin
- dan masih banyak manfaat demam lainnya.
AKan tetapi
demam juga perlu dikontrol dan jangan sampai terlalu lama dan berlebihan.
Selebihnya bisa kontrol ke dokter untuk mengontrol demam dan memeriksakan
penyebab demam.
Alhamdulillah
segalanya memang ada hikmahnya dan tidaklah Allah menciptakannya dengan
sia-sia.
Demikian
semoga bermanfaat
Di Salin Rio
Label:
KESEHATAN ISLAM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar