Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive

About Me

Senin, 08 September 2014



أخبرنا الشيخ الجليل الزاهد الثقة أبو الحسين المبارك بن عبد الجبار بن أحمد بن القاسم قال:
Aku bertanya kepada ayahku dan Abu Zur’ah radliyallahu'anhuma tentang madzhab Ahlus Sunnah dalam masalah ushuluddin (pokok–pokok agama) juga tentang pemahaman para ulama di berbagai kota yang mereka ketahui, serta apa saja yang mereka berdua yakini. Maka, keduanya berkata : Kami telah berjumpa dengan para ulama di seluruh kota baik di Hijaz, Iraq, Mesir, Syam maupun Yaman, maka diantara madzhab yang mereka anut adalah
إن الإيمان قول وعمل، يزيد وينقص

Iman itu berupa perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang

والقرآن كلام الله غير مخلوق بجميع جهاته

Al–Qur’an adalah kalam Allah dan bukan makhluk, dalam segala aspeknya

والقدر خيره وشره من الله عز وجل

Takdir yang baik maupun yang buruk adalah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala

وخير هذ الأمة بعد نبيها أبو بكر الصديق، ثم عمر بن الخطاب، ثم عثمان بن عفان، ثم على ـ رضي الله عنهم ـ وهم الخلفاء الر اشدون المهديون

Di kalangan ummat ini, sebaik–baik orang setelah Nabi adalah Abu Bakar Ash–Shiddiq, kemudian ‘Umar bin Al–Khattab, lalu ‘Utsman, lalu ‘Ali bin Abu Thalib radliyallahu 'anhum. Mereka Khulafaur Rasyidun Al–Mahdiyun para khalifah yang berpegang teguh  kepada agama dan mengikuti kebenaran


وأن العشرة الذين سماهم رسول الله وشهد لهم بالجنة على ما شهد له وقوله الحق

Bahwa sepuluh sahabat yang disebut dan dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk jannah, mereka itu sesuai dengan pernyataan beliau dan perkataan beliau itu benar

والترحم على جميع أصحاب محمد ، والكف عما شجر بينهم

Memintakan kasih sayang bagi seluruh sahabat serta keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, serta menahan untuk membicarakan perselisihan yang terjadi diantara mereka

والله على عرشه بائن من خلقه ، كما وصف نفسه في كتابه على لسان رسوله، بلا كيف؛ أحاط بكل شيء علما. ليس كمثله شيء وهو السميع البصير.

Bahwa Allah berada di atas ‘Arsy-Nya, terpisah dari seluruh makhluk-Nya, sebagaimana sifat yang diberitahukan-Nya dalam kitab-Nya melalui lisan Rasul-Nya, tanpa diketahui kaif (bagaimana)nya. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihatز

والله تبارك وتعالى يُرى في الآخرة، ويراه أهل الجنة بأبصارهم 
ويسمعون كلامه كيف شاء وكما شاء.

Allah Tabaraka wa Ta’ala akan dapat dilihat di akhirat. Segenap penduduk jannah akan melihat-Nya dengan mata kepala mereka. Allah berbicara, sebagaimana dia berkehendak

والجنة حق، والنار حق، وهما مخلوقتان لا يفنيان أبدًا؛ فالجنة ثواب لأوليائه، والنار عقاب لأهل معصيته، إلا من رحم

Jannah (syurga) adalah benar dan naar (neraka) adalah benar (adanya). Keduanya adalah makhluk yang kekal abadi11. Jannah adalah balasan bagi para wali-Nya, sedangkan neraka adalah hukuman bagi orang–orang yang bermaksiat kepada-Nya, kecuali yang mendapatkan rahmat-Nya


والصراط حق.

Shirath adalah benar (adanya)

 والميزان الذي له كفتان يوزن فيه أعمال العباد حسنها وسيئها حق.

Mizan (timbangan) yang memiliki dua sisi timbangan untuk menimbang amalan para hamba, yang baik maupun yang buruk adalah benar (adanya)
 
 والحوض المكرم به نبيناحق .

Haudh (telaga) yang dijadikan sebagai penghormatan bagi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan segenap keluarganya, adalah benar (adanya)
 
 والشفاعة حق. وأن ناسًا من أهل التوحيد يخرجون من النار بالشفاعة حق.

Syafa’at adalah benar (adanya). Dan bahwa sebagian ahli tauhid keluar dari neraka lantaran adanya syafa’at, adalah benar
 
 وعذاب القبر حق.

Adzab kubur adalah benar (adanya)

 ومنكر ونكير حق.
Munkar dan Nakir adalah benar (adanya)

والكرام الكاتبون حق.

Malaikat mulia yang mencatat amal perbuatan menusia adalah benar (adanya)

 والبعث بعد الموت حق
Kebangkitan setelah mati adalah benar (adanya)

وأهل الكبائر في مشيئة الله عز وجل ، لا نكَّفر أهل القبلة بذنوبهم، ونكل سرائرهم إلى الله عز وجل

Para pelaku dosa besar berada dalam masyi’ah (kehendak) Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita tidak mengkafirkan ahli kiblah disebabkan dosa mereka. Kita menyerahkan urusan batin mereka kepada Allah ‘Azza wa Jalla

ونقيم فرض الجهاد والحج مع أئمة المسلمين في كل دهر وزمان

Kita melaksanakan kewajiban jihad dan haji bersama imam–imam kaum muslimin, disetiap masa
 
ولا نرى الخروج على الأئمة ولا القتال في الفتنة

Kita tidak boleh melakukan pembelotan terhadap para imam atau peperangan di masa Fitnah
 
ونسمع ونطيع لمن ولاه الله أمرنا ولا ننزع يدًا من طاعة

Kita mendengar dan menta’ati siapa saja yang dijadikan Allah sebagai pemimpin kita. Kita tidak akan melepaskan diri dari ketaatan
 
ونتبع السنة والجماعة ونتجنب الشذوذ والخلاف والفرقة

Kita mengikuti sunnah dan jama’ah serta menghindari sikap menyimpang (nyleneh), perselisihan dan perpecahan
 
وأن الجهاد ماضٍ منذ بعث الله عز وجل نبيه إلى قيام الساعة مع أولي الأمر من أئمة المسلمين؛ لايبطله شيء؛ والحج كذلك

Jihad berlaku semenjak Allah mengutus Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam hingga terjadinya hari kiamat, bersama imam–imam kaum muslimin, tanpa ada sesuatupun yang menghapuskannya Demikian pula haji.

ودفع الصدقات من السوائم إلى أولي الأمر من أئمة المسلمين

Begitu pula pembayaran zakat saimah20 kepada imam kaum muslimin yang menjadi pemimpin bagi kita
 
والناس مؤمنون في أحكامهم ومواريثهم، ولا يُدرى ما هم عند الله عز وجل

Pada aslinya manusia secara umum digolongkan mukmin berdasarkan hukum–hokum dan pewarisan, adapun hakekat keimanan mereka disisi Allah tidak diketahui

والمرجئة مبتدعة ضُلال. فمن قال إنه مؤمن حقًا فهو مبتدع، ومن قال هو مؤمن عند الله فهو من الكاذبين، ومن قال إني مؤمن بالله فهو مصيب

Barangsiapa yang berkata bahwa ia seorang mu’min sejati, maka ia adalah orang yang berbuat bid’ah. Barangsiapa yang berkata bahwa ia adalah orang yang mu’min disisi Allah, maka ia termasuk pendusta, sedangkan orang yang mengatakan, “Saya beriman kepada Allah” maka yang dilakukannya adalah benar  

والقدرية مبتدعة ضلال، ومن أنكر منهم أن الله عز وجل لا يعلم ما يكون قبل أن يكون فهو كافر

Kaum Qadariah adalah kaum yang berbuat bid’ah dan tersesat. Barangsiapa diantara mereka yang menyatakan bahwa Allah Ta’ala tidak mengetahui apa yang akan terjadi sebelum terjadinya, maka ia kafir

وأن الجهمية كفار

Kaum Jahmiyah adalah kafir

وأن الرافضة رفضوا الإسلام

Kaum Rafidhah adalah kaum yang menolak Islam

والخوارج مُرّاق

Kaum Khawarij adalah kaum yang meluncur keluar dari agama

ومن زعم أن القرآن مخلوق فهو كافر بالله ـ العظيم ـ كفرًا ينقل من الملة، ومن شك في كفره ممن يفهم فهو كافر

Barangsiapa menyatakan bahwa Al–Qur’an itu makhluk, maka ia orang yang kafir kepada Allah Yang Maha Agung, dengan kekafiran yang mengeluarkannya dari millah. Barangsiapa yang faham tetapi meragukan kekafirannya, maka ia kafir

ومن شك في كلام الله ـ عز وجل ـ فوقف شاكًا فيه يقول " لا أدري مخلوق أو غير مخلوق" فهو جهمي

Barangsiapa yang ragu terhadap Kalam Allah Ta’ala (Al–Qur’an), bimbang mengenainya dan mengatakan, “Saya tidak tahu apakah makhluk atau bukan makhluk” maka ia orang yang berfaham jahmiyah

ومن وقف في القرآن جاهلا عُلِّمَ وبُدِّع ولم يُكفَّر

Orang yang bimbang mengenai Al–Qur’an dikarenakan kebodohan, maka harus diajari dan dibid’ahkan, tetapi tidak dikafirkan

ومن قال" لفظي بالقرآن مخلو" أو" القرآن بلفظي مخلوق" فهو جهمي

Barangsiapa yang mengatakan “Bacaan Al–Qur’an-ku adalah makhluk” atau “Al–Qur’an dengan bacaanku adalah makhluk” maka ia adalah orang yang berpaham jahmiyah

قال أبو محمد : وسمعت أبي رضي الله عنه يقول:

Syaikh Abu Thalib berkata: Ibrahim bin ‘Umar berkata: Ali bin Abdul ‘Aziz berkata : Abu Muhammad berkata: Saya mendengar ayahku radliyallahu 'anhu berkata


علامة أهل البدع الوقيعة في أهل الأثر

Tanda–tanda ahli bid’ah adalah mengumpat ahlul ‘atsar (orang – orang yang berpegang teguh dengan sunnah-pent)

وعلامة الزنادقة تسميتهم أهل الأثر، يريدون إبطال الآثار حشوية

Tanda–tanda orang zindiq adalah mereka menyebut ahlul ‘atsar sebagai orang hasywiyah, karena ingin menghapuskan sunnah

وعلامة الجهمية تسميتهم أهل السنة مشبَّهة

Tanda–tanda kaum jahmiyah adalah mereka menyebut ahlus sunnah sebagai kaum musyabbihah.

وعلامة القدرية تسميتهم أهل السنة مجبرة

Tanda–tanda kaum qadariyah adalah mereka menyebut ahlus sunnah sebagai kaum yang berpaham jabriyah

وعلامة المرجئة تسميتهم أهل السنة مخالفة ونقصانية

Tanda–tanda kaum murji’ah adalah mereka menyebut ahlus sunnah sebagai kaum mukhalifah (yang suka mempertentangkan) atau nuqshaniyah (yang suka mengurangi

وعلامة الرافضة تسمية أهل السنة ناصبة

Tanda–tanda kaum rafidhah adalah mereka menyebut ahlus sunnah sebagai kaum tsaniyah

ولا يلحق أهل السنة إلا اسم واحد، ويستحيل أن يجمعه هذه الأسامي

Dalam perkara ini telah tersesat banyak kelompok (dalam memahami ahlus sunnah), padahal ahlus sunnah hanya menyandang satu nama dan nama – nama ini semua tidak mungkin menyatu (ada) pada mereka

قال أبو محمد : وسمعت أبي وأبا زرعة يأمران بهجران أهل الزيغ والبدع، ويغلطان رأيهما أشد تغليط، وينكران وضع الكتب بالرأي بغير آثار، وينهيان عن مجالسة أهل الكلام، وعن النظر في كتب المتكلمين، ويقولان:لا يُفلح صاحب كلام أبدًا

Abu Muhammad bercerita kepada kami, katanya: Dan saya mendengar ayahku dan Abu Zur’ah mengisolasi orang yang memiliki pemahaman yang menyimpang dan melakukan bid’ah, menyalahkan pendapat mereka dengan keras, menolak penulisan buku–buku dengan pendapat tanpa berdasarkan atsar, melarang berteman dengan ahli kalam atau membaca buku–buku kaum mutakallimin, serta berkata “Penganut ilmu kalam tidak akan beruntung selamanya.”



Telah saya sampaikan semuanya, dan segala puji bagi Allah Rabb semua alam, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para keluarganya. Akhir kitab I’tiqaduddin.

Semoga bermanfaat,..

Disalin Rio Kristianto

dari Kitab USHULUS SUNNAH WA I’TIQAD DIEN Ibnu Abi Hatim





0 komentar: