Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Pages - Menu

About Me

Senin, 06 Oktober 2014


 http://nasihatonline.files.wordpress.com/2012/12/jilbab-syari.jpg

Bentuk jama’ dari kata { جلابيب} jilbab adalah jalaabiib, yaitu :

كساء كثيف تشتمل به المرأة من رأسها إلى قدميها، ساتر لجميع بدنها وما عليه من ثياب وزينة

Baju kurung yang tebal yang dikenakan seorang wanita dari kepala hingga kedua kakinya sehingga menutupi seluruh tubuh, baju (dalam) serta perhiasannya.

ويقال له: المُلاءة، والمِلْحَفة، والرداء، والدثار، والكساء.

Ada yang menamakannya : {  المُلاءة } al-mulaa’ah, { والمِلْحَفة } al-milhafah, { والرداء } ar-ridaa’ {sejenis jubah}, { والدثار } ad-ditsaar {pakaian luar}, { والكساء } al-kisaa’ {baju kurung}

وهو المسمى: العباءة، التي تلبسها نساء الجزيرة العربية.

Yaitu yang sering dinamakan dengan { العباءة } al-‘abaa’ah yang dipakai oleh para wanita di jazirah Arab


Cara memakai jilbab yaitu :

أن تضعها فوق رأسها ضاربة بها على خمارها وعلى جميع بدنها وزينتها، حتى تستر قدميها.

Seorang wanita meletakkan jilbab tersebut di atas kepalanya yang menutupi khimar, seluruh tubuh dan perhiasannya hingga menutupi kedua telapak kakinya.

وبهذا يعلم أنه يشترط في أداء هذه العبادة لوظيفتها - وهي ستر تفاصيل بدن المرأة وما عليها من ثياب وحلي –

Dengan demikian, kita mengetahui bahwa syarat dalam memakai jilbab yang sesuai dengan fungsinya _yaitu menutupi lekukan-lekukan tubuh wanita, pakaian serta perhiasan yang ia kenakan. Yaitu

أن تكون كثيفة، لا شفافة رقيقة.

1.      Hendaklah jilbab tersebut tebal tidak tipis

وألا يكون لها خاصية الالتصاق

2.      Jilbab tersebut tidak memiliki sifat melekat di tubuh.

وأن تكون واسعة لا تبدي تقاطيع الجسم

3.      hendaklah jilbab tersebut lebar dan tidak menampakkan lekukan-lekukan tubuh.

وأن تكون مفتوحة من الأمام فقط، وتكون فتحة الأكمام ضيقة

4.      jilbab tersebut terbuka di bagian depannya saja, dan hendaknya lubang lengannya sempit


وأن يكون لبسها من أعلى الرأس لا على الكتفين ؛ لأن لبسها على الكتفين يخالف مسمى الجلباب الذي افترضه الله على نساء المؤمنين، ولما فيه من بيان تفاصيل بعض البدن، ولما فيه من النثبه بلبسة الرجال واشتمالهم بأرديتهم وعباآتهم

5.      Cara memakainya dari atas kepala bukan dari kedua bahunya. Sebab memakainya dari kedua bahu termasuk menyelisihi penamaan jilbab yang telah diwajibkan oleh Allah kepada kaum wanita mukminah. Juga dapat menampakkan sebagian lekukan-lekukan tubuh dan mengandung unsur tasyabuh dengan pakaian laki-laki.

وأن لا تكون هذه العباءة زينة في نفسها، ولا بإضافة زينة ظاهرة إليها مثل التطريز، والزخارف والعلامات والكتابات.

6.       Tidak berfungsi sebagai perhiasan dan tidak ditambahi dengan perhiasan yang berada diluarnya, seperti kancing, bordiran-bordiran atau hisan-hiasan, symbol-symbol atau tulisan-tulisan tertentu.

أن تكون العباءة ـ الجلباب ـ ساترة من أعلى الرأس إلى أسفل القدمين، وبه يعلم أن لبس ما يسمى : نصف فجة وهوما يستر منها إلى الركب لا يكون جلبابا شر عيا

7.      Menutupi seluruh tubuh mulai dari kepala hingga di bawah kaki. Dengan demikian dapat dipahami bahwa memakai pakaian setengan kaki yang hanya menutupi hingga batas lutut tidak dinamakan jilbab Syar’i.

تنبيه : من المستجدات كتابة اسم صاحبة العباءة عليها أو الحروف الأولى من اسمها باللغة العربية أو غيرها. بحيث يقرؤها من يراها، وهذا عبث جديد بالمرأة، وفتنة عظيمة تجر البلاء إليها، فيحرم علمله والاتجار به

Catatan :


Diantara perkara baru yang sedang menjadi model adalah menulis nama pemilik jilbab di atasnya atau dengan memakai huruf depan namanya dengan menggunakan bahasa arab atau lainnya. Sehingga orang yang melihatnya bisa membacanya. Hal ini termasuk sesuatu yang baru yang mengandung unsur kesia-siaan bagi wanita, dan fitnah besar yang mengundang mara bahaya. Maka haram untuk membuat dan menjualnya.


الكتاب: حِرَاسَةُ الْفَضِيلَةِ
المؤلف: بكر بن عبد الله أبو زيد بن محمد بن عبد الله بن بكر بن عثمان بن يحيى بن غيهب

di Salin Rio Kristianto

0 komentar: