Popular Posts
-
أخبرنا الشيخ الجليل الزاهد الثقة أبو الحسين المبارك بن عبد الجبار بن أحمد بن القاسم قال: Aku bertanya kepada ayahku dan Abu Zur’ah ...
-
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Puasa Bulan Rajab Pertanyaan: Akhir-akhir ini, banyak orang ...
-
عن عبد الله بن عمر قال أقبل علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال يا معشر المهاجرين خمس إذا ابتليتم بهن وأعوذ بالله ...
-
Diantara kaidah penting dalam ajaran Islam yang mulia ini adalah, menyerahkan urusan yang berhubungan dengan kemaslahatan umum,...
-
TIDAK MAU MENDENGAR DAN TAAT KEPADA PEMERINTAH DALAM PERKARA YANG BAIK Demokrasi tegak di atas prinsip pembolehan ...
-
MADZHAB AHLUS SUNNAH TENTANG TURUNYA ALLAH KE LANGIT DUNIA. Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini turunya Allah Ta’ala ke langit dun...
-
KENDURIAN ORANG MATI/TAHLILAN MENURUT KITAB I'ANATUTH THALIBIN Bismillah, Dari sebagian kaum muslimin yang banyak melakuk...
-
Jumhur ulama mengatakan bahwa isbal jika tidak disertai dengan kesombongan, maka hukumnya tidak sampai pada derajat haram. Paling be...
-
Kaum moderat adalah sebuah madzhab baru di abad ini. Mereka bertujuan menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran Khawarij dan Mu’tazilah. ...
-
Oleh Ustadz Abu Minhal Isu demokrasi telah mendunia. Ideologi produk Barat ini (baca: orang-orang kafir) lantas dipaksakan a...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
-
▼
2014
(59)
-
▼
September
(45)
- Al-Walaa’ wal-Baraa’ dalam Islam
- Menyentuh Al-Qur’an dalam Keadaan Tidak Suci
- Dalam Kondisi Darurat Hal Yang Terlarang Dibolehkan
- Hukum Cadar Pandangan 4 Madzhab
- Sebab Ikhtilaf Antara Ahlul Hadits dan Ra’yi
- Ilmu Fiqih Setelah Zaman Tabi’in
- Ilmu Fiqih pada Zaman Para Tabi’in
- Hadits-Hadits tentang Pengharaman Isbal
- tentang Men-sirr-kan Bismillah
- Jabat Tangan Wanita
- Islam adalah Agama yang Sempurna
- Berobat dengan Sesuatu yang Diharamkan
- Macam-macam Kufur
- Jilbab Syar’i Itu Lebar
- Syubhat Seputar Larangan Isbal
- Bahaya Mengolok-Olok Syari’at
- Mengolok-Olok Syari'at
- Hidayah Hanya Milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- Nasehat Untuk Sesama Kaum Muslimin
- Jangan Menolak Kebenaran
- Rapor Merah Ideologi Demokrasi
- Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah ?
- Cara Tepat Mewujudkan Kepemimpinan Yang Adil
- Pemimpin Ideal
- JENGGOT… HARUSKAH ???
- KERUSAKAN PEMILIHAN PEMIMPIN SECARA LANGSUNG
- Meninggalkan Peperangan Ketika Terjadi Fitnah
- MENYIKAPI FITNAH SECARA SYAR'I
- PERSATUAN YANG DIPERTUHANKAN
- LARANGAN MEMAKI AD-DAHR (MASA)
- KEUTAMAAN NEGERI SYAM DALAM HADITS SHAHIH
- RAGAM PEMIKIRAN MU'TAZILAH
- KESESATAN DAKWAH “Penyatuan Agama”
- TOLERANSI DALAM ISLAM
- SIAPAKAH YANG BERHAK DI SEBUT ULAMA?
- ILMU FIQIH PADA ZAMAN SHAHABAT
- USHULUS SUNNAH WA I’TIQAD DIEN Ibnu Abi Hatim
- FIQIH PADA ZAMAN NABI
- WAKTU KETIKA ALLAH TURUN KE LANGIT DUNIA
- Kemaksiatan adalah sebab munculnya penguasa yang d...
- USHULUS SUNNAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL رحمه الله
- Realita Umat Islam (4)
- Realita Umat Islam (3)
- Realita Umat Islam (2)
- Realita Umat Islam ( 1 )
-
▼
September
(45)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Pages - Menu
Pages - Menu
Blog Archive
-
▼
2014
(59)
-
▼
September
(45)
- Realita Umat Islam ( 1 )
- Realita Umat Islam (2)
- Realita Umat Islam (3)
- Realita Umat Islam (4)
- USHULUS SUNNAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL رحمه الله
- Kemaksiatan adalah sebab munculnya penguasa yang d...
- WAKTU KETIKA ALLAH TURUN KE LANGIT DUNIA
- FIQIH PADA ZAMAN NABI
- USHULUS SUNNAH WA I’TIQAD DIEN Ibnu Abi Hatim
- ILMU FIQIH PADA ZAMAN SHAHABAT
- SIAPAKAH YANG BERHAK DI SEBUT ULAMA?
- TOLERANSI DALAM ISLAM
- KESESATAN DAKWAH “Penyatuan Agama”
- RAGAM PEMIKIRAN MU'TAZILAH
- KEUTAMAAN NEGERI SYAM DALAM HADITS SHAHIH
- LARANGAN MEMAKI AD-DAHR (MASA)
- PERSATUAN YANG DIPERTUHANKAN
- MENYIKAPI FITNAH SECARA SYAR'I
- Meninggalkan Peperangan Ketika Terjadi Fitnah
- KERUSAKAN PEMILIHAN PEMIMPIN SECARA LANGSUNG
- JENGGOT… HARUSKAH ???
- Pemimpin Ideal
- Cara Tepat Mewujudkan Kepemimpinan Yang Adil
- Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah ?
- Rapor Merah Ideologi Demokrasi
- Jangan Menolak Kebenaran
- Nasehat Untuk Sesama Kaum Muslimin
- Hidayah Hanya Milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- Mengolok-Olok Syari'at
- Bahaya Mengolok-Olok Syari’at
- Syubhat Seputar Larangan Isbal
- Jilbab Syar’i Itu Lebar
- Macam-macam Kufur
- Berobat dengan Sesuatu yang Diharamkan
- Islam adalah Agama yang Sempurna
- Jabat Tangan Wanita
- tentang Men-sirr-kan Bismillah
- Hadits-Hadits tentang Pengharaman Isbal
- Ilmu Fiqih pada Zaman Para Tabi’in
- Ilmu Fiqih Setelah Zaman Tabi’in
- Sebab Ikhtilaf Antara Ahlul Hadits dan Ra’yi
- Hukum Cadar Pandangan 4 Madzhab
- Dalam Kondisi Darurat Hal Yang Terlarang Dibolehkan
- Menyentuh Al-Qur’an dalam Keadaan Tidak Suci
- Al-Walaa’ wal-Baraa’ dalam Islam
-
▼
September
(45)
About Me
- Unknown
Selasa, 09 September 2014
1. Syam adalah
Negeri para rasul dan para nabi
Syam yang
merupakan istilah untuk beberapa negara, yaitu Palestina, Yodania, Libanon dan
Suriah telah tersirat dan tersurat di dalam Quran dan Hadits Nabawi.
Salah seorang ulama Syam, Imam Izz bin
Abdussalam dalam kitabnya Targibu
Ahlil Islam Fi Sukna Biladisy-Syam
menafsirkan kalimat bumi yang kami telah berkahi dalam surah Al-Anbiya ayat 71
dan kalimat kami berkati sekitarnya dalam surah Al-Isra Ayat 1 dengan negeri
Syam, yang termasuk di dalamnya Suriah.
Imam Hasan
Basri dan Qotadah Sadusi menafsirkan kata bumi dalam surah Al-A'raf ayat 137
dengan bagian timur dan bagian barat bumi adalah Syam.
Sebagian ulama menafsirkan keberkahan
yang terdapat di negeri ini disebabkan para rasul dan para nabi. Sebagian lain
menyatakan bahwa keberkahan negeri ini dengan keberkahan buah-buahan dan
sumber-sumber air yang ada.
2. Penduduk
Syam senantiasa berada di atas al-haqq yang dominan hingga datang Kiamat.
Dalam sebuah
hadits di sebutkan:
لا تزال طائفة من أمتي
ظاهرين على الحق، لا يضرهم من خالفهم ولا من خذلهم حتى تقوم الساعة قال معاذ: هم أهل الشام
“Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan
perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang
berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam
keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka adalah penduduk Syam.“ [1]
Dalam
riwayat lain:
إذا
فسد أهل الشام فلا خير فيكم لا تزال طائفة من أمتي منصورين لا يضرهم من خذلهم حتى
تقوم الساعة
“Jika penduduk
Syam rusak agamanya maka tak tersisa kebaikan di tengah kalian. Akan selalu ada
satu kelompok dari umatku yang dimenangkan oleh Allah, tak terpengaruh orang
yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang hari
Kiamat." [2]
3. Doa Nabi saw
meminta barokah untuk negeri Syam, dan harapan Nabi saw agar penduduknya
dihindarkan dari keburukan dan musibah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
اللهم
بارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في
شامنا وبارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال هناك الزلازل والفتن وبها أو قال
منها يخرج قرن الشيطان
Ya Allah,
berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada
negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya
Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada
negeri Yaman.
Para sahabat
masih bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah saw menjawab: Di sana (nejed)
terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk syetan. [3]
Catatan: yang
dimaksud dengan Nejed dalam hadits ini adalah Iraq.
4. Penduduk
Syam diuji oleh Allah dengan penyakit tho’un (yang mewabah) agar mendapat
syahadah dan rohmat.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
" أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلامُ بِالْحُمَّى وَالطَّاعُونِ ، فَأَمْسَكْتُ الْحُمَّى بِالْمَدِينَةِ ، وَأَرْسَلْتُ الطَّاعُونَ إِلَى الشَّامِ ، فَالطَّاعُونُ شَهَادَةٌ زَادَ أَحْمَدُ لِأُمَّتِي ، وَقالا : رَحْمَةٌ لَهُمْ ، وَرِجْسٌ عَلَى الْكَافِرِ "
“Jibril datang
kepadaku dengan membawa demam dan Tha'un, aku menahan demam di Madinah dan aku
lepaskan Tha'un untuk negeri Syam, karena orang yang meninggal karena Tha'un
merupakan mati syahid bagi umatku, rahmat bagi mereka, sekaligus kehinaan bagi
kaum kafir.” [4]
5. Negeri Syam
dinaungi sayap malaikat rahmat
Diriwayatkan
oleh Shahabat mulia Zaid bin Tsabit radhiallahu’anhu, dia berkata: ’Kami
bersama Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam sedang menulis Al-Qur’an
dari pelepah kayu, kemudian Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam
bersabda:
طُوبَى
لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : لأَنَّ
مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا
“Kebaikan pada negeri Syam.' Kami bertanya, 'Mengapa wahai Rasulullah?' Beliau
bersabda: 'Karena Malaikat rahmah (pembawa
kebaikan)
mengembangkan sayap di atasnya.”
[5]
6. Syam adalah negeri iman dan Islam saat terjadi huru-hara dan peperangan dahsyat.
Dalam hadits
shahih di sebutkan:
إني
رأيت كأن عمود الكتاب انتزع من تحت وسادتي فأتبعته بصري فإذا هو نور ساطع عمد به
إلى الشام ألا وإن الإيمان إذا وقعت الفتن بالشام
رواه
الطبراني في الكبير والأوسط والحاكم وقال صحيح على شرطهما
ورواه
أحمد من حديث عمرو بن العاص
“Aku bermimpi
melihat tiang kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku,
ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut
penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke Syam, dan aku lihat bahwa
bila fitnah (konflik) terjadi maka iman terletak di negeri Syam.” [6]
7. Syam
merupakan pusat negeri Islam di akhir zaman
Dalam hadits di
sebutkan:
كنت
جالسا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقال رجل : يا رسول الله ! أذال الناس
الخيل ، ووضعوا السلاح ، وقالوا : لا جهاد ! قد وضعت الحرب أوزارها !
قأقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم بوجهه ، وقال : كذبوا الآن ، الآن جاء القتال
، ولا يزال من أمتي أمة ، يقاتلون على الحق ، ويزيغ الله لهم ، قلوب أقوام ،
ويرزقهم منهم ، حتى تقوم الساعة ، وحتى يأتي وعد الله ، والخيل معقود في نواصيها
الخير إلى يوم القيامة ، وهو يوحي إلي أني مقبوض غير ملبث ، وأنتم تتبعوني أفنادا
، يضرب بعضكم رقاب بعض ، وعقر دار المؤمنين الشام
“Salamah bin Nufail berkata: aku duduk bersama Rasulullah, Maka saat itu ada seseorang yang berkata kepada Nabi: Wahai Rasulullah, aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi saw menjawab:
Sekarang telah
tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul
melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian
kelompok tersebut memerangi mereka,
dan Allah akan
memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah
(Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam
adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan
itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” [7]
8.
Syam merupakan benteng umat Islam saat terjadinya malhamah kubro (perang
dahsyat akhir zaman)
Dalam sebuah hadits:
عن
عوف بن مالك رضي الله عنه قال: أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو في بناء له
، فسلمت عليه . فقال: عوف قلت: نعم يا رسول الله! قال: ( ادخل ) فقلت: كلي أو بعضي
؟ قال: ( بل كلك ) قال: فقال لي: ( اعدد عوف! ستا بين يدي
الساعة ؛ أولهن موتي ) ، قال: فاستبكيت حتى جعل رسول الله صلى الله عليه وسلم
يسكتني . قال: ( قل: إحدى . والثانية فتح بيت المقدس ، قل اثنين . والثالثة فتنة
تكون في أمتي وعظمها . والرابعة موتان يقع في أمتي يأخذهم
كقعاص الغنم . والخامسة يفيض المال فيكم فيضاً حتى إن الرجل ليعطي المائة دينار
فيظل يسخطها ، قل خمساً . والسادسة هدنة تكون بينكم وبين بني الأصفر يسيرون إليكم
على ثمانين راية ، تحت كل راية اثنا عشر ألفا ، فسطاط المسلمين يومئذ في أرض يقال
لها: الغوطة ، فيها مدينة و يقال لها: دمشق
“Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata: Aku menemui Nabi saw lalu aku ucapkan salam. Nabi saw: Auf ? Aku: Ya, benar. Nabi saw: Masuklah. Aku: Semua atau aku sendiri? Nabi saw: Masuklah semua. Nabi saw: Wahai Auf, hitung ada enam tanda Kiamat.
Pertama,
kematianku. Aku: Kalimat Nabi saw ini membuatku menangis
sehingga Nabi saw membujukku untuk diam. Aku lalu menghitung: satu. Nabi saw: Penaklukan Baitul Maqdis. Aku: Dua.
Nabi saw: Kematian yang akan merenggut umatku dengan
cepat seperti wabah kematian kambing (wabah Tha'un). Aku: Tiga. Nabi saw: Konflik dahsyat yang menimpa umatku. Aku: Empat.
Nabi saw: Harta membumbung tinggi nilainya hingga
seseorang diberi 100 dinar masih belum puas.
Aku: Lima. Nabi saw: 'Terjadi gencatan senjata' (perang) antara
kalian dengan Bani Ashfar (bangsa pirang), lalu mereka mendukung kalian dengan
80 tujuan.
Aku: Apa maksud tujuan? Nabi saw: Maksudnya 'panji'. Pada tiap panji terdisi dari
12.000 prajurit. Benteng umat Islam saat itu di wilayah yang disebut Ghouthoh,
daerah sekitar kota Damaskus.” [8]
Catatan: Daerah
bernama Ghauthah masih ada hingga kini, tak berobah namanya, dan letaknya
memang dekat Damaskus.
9.
Pasukan terbaik akhir zaman ada di Syam dan Allah menjamin kemenangan mereka.
Dalam Hadits Shahih:
سيصير الأمر إلى أن تكونوا جنودا مجندة ، جند بالشام وجند باليمن وجند بالعراق "" قال ابن حوالة: خر لي يارسول الله إن أدركت .... ذلك ، فقال : "" عليك بالشام فإنها خيرة الله من أرضه ، يجتبى إليها خيرته من عباده ، فأما إن أبيتم فعليكم بيمنكم ، واسقوا من غُدُركم ( " الغدر : بضم الغين وضم الدال جمع غدير ) ، فإن الله توكل لي بالشام وأهله
“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam,
karena ia
adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba
pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum
(hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku
negeri Syam dan penduduknya.” [9]
10.
Syam Menjadi Tempat Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman
Tepatnya di
Kota Damaskus, Wilayah Syam, Nabi Isa akan turun disana, sebagaimana sabda Nabi
Shallallahu Alaihi Wasallam:
وإن عيسى نازل فإذا رأيتموه فاعرفوه رجل مربوع على الحمرة والبياض ينزل بين ممصرتين كأن رأسه يقطر وإن لم يصبه بلل
“Nabi Isa alaihis salam akan turun berdekatan dengan menara
putih di timur Damsyik, dengan memakai pakaian kuning. Dua telapak tangannya
terletak di atas sayap dua malaikat. Apabila dia menundukkan kepalanya
menitislah air. Apabila dia mengangkat kepalanya lagi, turunlah daripadanya
seperti untaian mutiara.” [10]
11.
Kematian Dajjal terjadi di Syam
Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:
يأتي
المسيح الدجال من قبل المشرق وهمته المدينة حتى ينزل دائر أحد يعني : قريباً من
جبل أحد ثم تصرف الملائكة وجهه قبل الشام
“Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat, maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia dibinasakan, di sana dibinasakan.” [11]
Dalam hadits
Shahih:
العرب هم يومئذ قليل وأكثرهم
ببيت المقدس وإمامهم رجل صالح فبينما إمامهم قد تقدم يصلي بهم الصبح إذ نزل
عليهم عيسى بن مريم فيرجع ذلك الإمام ينكص ليتقدم عيسى
يصلي بالناس فيضع عيسى يده بين كتفيه ثم يقول له : (تقدم فصل فإنها لك
أقيمت ) فيصلي بهم إمامهم وبعدها يقول عيسى : (افتحوا الباب ) فيفتح ووراءه
الدجال، وليقوم بتتبع الدجال الذي يفر منه ويذوب مثل الملح ما أن يراه، ويقول
عيسى : (إن لي فيك ضربة لن تسبقني بها ) فيدركه عند (باب اللد الشرقي ) فيقتله
“Jumlah orang arab (kaum muslimin) pada waktu itu terlalu sedikit. Mereka lari ke Baitul Maqdis (palestina, wilayah Syam) menjumpai Imam mereka, seorang lelaki yang soleh -Imam Mahdi-.
“Ketika
Imam mereka sudah berdiri di depan untuk mengimami solat Subuh, tiba-tiba
datang Nabi Isa. Imam mereka itu mundur untuk memberi peluang kepada Nabi Isa
untuk mengimami solat Subuh itu tetapi Isa a.s sambil memegang bahu Imam itu
berkata: “Teruskanlah, sesungguhnya iqamat dibacakan untuk engkau.” Maka
sembahyanglah mereka semua di belakang Imam tadi.
“Selesai
solat, Isa a.s berkata kepada semua jemaah: “Bukakan pintu itu.” Mereka membuka
pintu masjid itu, tiba-tiba Dajal sudah berdiri di situ dan di belakangnya ada
70,000 Yahudi lengkap membawa senjata. ”Melihat Nabi Isa ada di dalam masjid
itu,
Dajal tiba-tiba saja layu atau cair seperti cairnya garam disirami air. Dajal itu lari terbirit-birit kerana ketakutan. Nabi Isa bersama kaum Muslimin terus saja mengejarnya kemudian menjumpainya di Babu Luddi. Dan di sanalah Nabi Isa membunuh Dajal itu.[12]
Dajal tiba-tiba saja layu atau cair seperti cairnya garam disirami air. Dajal itu lari terbirit-birit kerana ketakutan. Nabi Isa bersama kaum Muslimin terus saja mengejarnya kemudian menjumpainya di Babu Luddi. Dan di sanalah Nabi Isa membunuh Dajal itu.[12]
12.
Syam adalah negeri titik temu dan titik tolak
Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
إنكم
تحشرون رجالا و ركبانا و تجرون على وجوهكم هاهنا ـ و أومأ بيده نحو الشام
“Kalian
akan dikumpulkan di sana – tangannya menunjuk ke Syam – jalan kaki atau naik
kendaraan maupun berjalan terbalik (kepala di bawah) … “(Shahih, HR. Ahmad, Tirmidzi, Al-Hakim, di shahihkan oleh
Syeikh Al-Albani dalam "Al-Jami' As-Shaghir)
Dalam riwayat
yang lain:
ستخرج نار قبل يوم
القيامة من بحر حضر موت ، تحشر الناس ، قالوا: يا رسول الله ! فما تأمرنا ؟ قال:
عليكم بالشام .
"Akan keluar api besar pada akhir
zaman dari arah Hadhramaut, api tersebut akan menggiring manusia) lalu kami
bertanya: apa yang engkau perintahkan jika kami ada saat itu wahai Rasulullah?,
Maka berliau bersabda: "Hendaklah kalian berada di Syam."[13]
Maraji' :
"Fadha'ilus Syam Wa Ahlihi" Karya Abu Hamzah Al-Gharib, dll.
[1]
Shahih, HR.Bukhari
[2] Shahih, HR Tirmidzi (2192), beliau berkata: Hadits Hasan Shahih, di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani
[3] Shahih, HR. Bukhari no. 1037, 7094, Tirmidzi (3953), Ahmad (2/90, 118), As-Shahihah (5246)
[4] Shahih, HR. Imam Ahmad, Thabrani, di shahihkan oleh imam Al-Haitsami dalam Majma' Zawa'id (3853
[5] Shahih, HR. Tirmizi, no. 3954, Ahmad, 35/483. Dishahihkan oleh imam Al-Arna'ut, Al-Albany, dll. (As-Silsilah As-Shahihah no. 503
[6] Shahih, Al-Hakim (4/509), Abu Nu'aim dalam Hilyah (5/252), di shahihkan oleh imam Al-Hakim, Al-Haitsami dan Al-Albani (Majma' Zawa'id (10/59)
[7] Shahih, HR. imam An-Nasa'i, di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa'i (3563)
[8] Shahih, HR. Imam Ahmad, di shahihkan oleh Ahmad Syakir dan Al-Arna'ut
[9] Shahih, HR. Abu Dawud (2483) Imam Ahmad (4/110) Al-Hakim, dan Ibnu Hibban, di shahihkan oleh Al-Hakim dan Al-Albani
[10] Shahih, HR Muslim
[11] Shahih, HR. Imam Ahmad, di shahihkan oleh Ahmad Syakir, Al-Arna'ut, dll
[12] Shahih, HR Ahmad, di shahihkan oleh Syeikh Syu'aib Al-Arna'ut, dll
[2] Shahih, HR Tirmidzi (2192), beliau berkata: Hadits Hasan Shahih, di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani
[3] Shahih, HR. Bukhari no. 1037, 7094, Tirmidzi (3953), Ahmad (2/90, 118), As-Shahihah (5246)
[4] Shahih, HR. Imam Ahmad, Thabrani, di shahihkan oleh imam Al-Haitsami dalam Majma' Zawa'id (3853
[5] Shahih, HR. Tirmizi, no. 3954, Ahmad, 35/483. Dishahihkan oleh imam Al-Arna'ut, Al-Albany, dll. (As-Silsilah As-Shahihah no. 503
[6] Shahih, Al-Hakim (4/509), Abu Nu'aim dalam Hilyah (5/252), di shahihkan oleh imam Al-Hakim, Al-Haitsami dan Al-Albani (Majma' Zawa'id (10/59)
[7] Shahih, HR. imam An-Nasa'i, di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa'i (3563)
[8] Shahih, HR. Imam Ahmad, di shahihkan oleh Ahmad Syakir dan Al-Arna'ut
[9] Shahih, HR. Abu Dawud (2483) Imam Ahmad (4/110) Al-Hakim, dan Ibnu Hibban, di shahihkan oleh Al-Hakim dan Al-Albani
[10] Shahih, HR Muslim
[11] Shahih, HR. Imam Ahmad, di shahihkan oleh Ahmad Syakir, Al-Arna'ut, dll
[12] Shahih, HR Ahmad, di shahihkan oleh Syeikh Syu'aib Al-Arna'ut, dll
Label:
AQIDAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar