Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive

About Me

Sabtu, 06 September 2014

Kedua, Benteng kita terancam dari dalam


Hendaknya umat Islam menyadari bahwa jarum beracun yang berisi bakteri-bakteri pembunuh telah siap disuntukan ke tubuhnya, untuk menyesatkan, mengaburkan seluruh permasalahan dan menutupi pandangannya dari hakikat sebenarnya. Para pemimpin-pemimpin kaum kafir telah merancang usaha-usaha dari dalam untuk menyuntikkan racun mereka. [1]  penyakit yang busuk itu baru dapat diketahui setelah melalui masa yang sangat panjang. Kalau penyakitnya sudah demikian kronis, para dokter tidak akan berdaya menanganinya dan orang-orang berakal akan bingung di buatnya.

Usaha-usaha seperti ini, yang menyuarakan apa yang apa yang disuarakan oleh musuh-musuh Allah itu, dipelopori oleh para pemimpin yang menyeru kepada api neraka. Pemimpin-pemimpin itu berasal dari bangsa kita {bangsa Arab} dan berbicara dengan bahasa kita {bahasa Arab}, mereka mengaku punya perhatian penuh terhadap umat Islam, berusaha menjaga kemerdekaa mereka dan berupaya meninggikan budaya mereka., oleh sebab itu, orang-orang yang menanamkan bakteri-bakteri ini ke tubuh umat Islam adalah generasi kaum Muslimin sendiri.

Akan tetapi Rosululloh Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam tidak menyisakan kesamaran dalam masalah ini. Beliau telah menjelaskan dengan petunjuk wahyu dari Allah, bukan sebuah praduga belaka.

Dalam hadits Hudzaifah telah disebutkan sejumlah karakter juru-juru dakwah yang dibentuk dan disusui oleh kaum Kafir tadi. Rosululloh Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam bersabda,

"نعم؛دعاةٌ على أَبوابِ جهنَّمَ من أجابمم إليها قَذَفوهُ فيها"



Ya ada, para juru dakwah disepan pintu jahannam barang siapa mendatangi seruan mereka akan dilemparkan ke dalamnya.”
قلتُ: يارسولَ الله صفهم لنا.

Aku bertanya lagi,”Wahai Rosululloh sebutkan sifat-sifat mereka kepada kami.”

قال: "هم من جلدتنا ويتكلَّمونَ بألسنتنا"

 Mereka berasal dari bangsa kita dan berbicara dengan bahasa kita!” jawab Rosululloh.

فحذه الصِّفةُ الأولى الَّتي يُعرفونَ بما، فهم من العربِ نسبا أولغةً.

Itulah karakter mereka yang pertama, dengan karakter itu mereka bisa dikenali. Mereka berasal dari bangsa Arab atau bangsa yang berbicara dengan bahasa Arab.  

قال الحافظُ ابنُ حجرٍ رحمه الله في : أي: من قومِنا ومن أهلِ لساننا وفيه إشارةٌ إلى أنمم من العربِ

Sebagaimana hal ini telah ditegaskan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimalloh."  Maksudnya, mereka berasal dari bangsa kita, berbahasa kitadan termasuk pemeluk agama kita. Dan di dalam sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tersebut terdapat isyarat bahwa mereka dari bangsa Arab.”(Lihat Fathul Bari XIII/ 36.)
وقالَ الدّاوديٌّ: أي من بني آدمَ

Menurut ad Dawudiy Rahimalloh,”Maksudnya dari Bani Adam.”

وقالَ القابسيُّ: معناه في الظاهرِ على ملَّتنا، وفي الباطنِ مُخالفون، وجلدةُ الشّيءِ ظاهره، وهي في الأصلِ غشاءُ البدنِ.

Sedangkan menurut al-Qaabisiy Rahimalloh,”Maknanya, secara lahiriyah mereka beragama dengan agama kita, akan tetapi mereka menyelisihi kita secara batin. Kulit sesuatu artinya bagian permukaannya, dan pada asalnya kulit itu adalah selaput penutup tubuh.”

قيلَ:" ويؤيّدُ إرادةَالعربِ أنَّالسّمرةَغالبةٌ عليهم، واللَّونُ إنَّمايَظهرُ في الجلدِ"

Adapula yang mengatakan,”Yang menguatkan bahwa yang dimaksud adalah bangsa Arab, karena warna kulit mereka umumnya sawo matang {kecokla-coklatan}, sedangkan warna kulit seseorang tampak pada kulitnya.”

Dalam Riwayat lain disebutkan,

"وسيقم فيهم رجالٌ قلوبُ الشياطين في جشمانِ الانسِ"

 “Akan muncul di tengah mereka nanti beberapa orang yang berhati Setan dan berjasad manusia.” (HR. Muslim XII/ 236-237 –an-Nawawi.)


Ini adalah sifat kedua yang menjadi ciri-ciri mereka yaitu mereka menampakkan kepedulian, kebaikan, kepemimpinan, kemerdekaan dan kemajuan bagi umat, mereka menyenangkan umat dengan lisan-lisan mereka namun hati-hati mereka tidak menginginkan kecuali melaksanakan apa yang telah mereka pelajari dan dapatkan dari pembinaan majikan-majikan mereka dari kalangan orang-orang Salib dan Yahudi.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

 “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kami mengikuti agama mereka.”{QS; Al-Baqoroh; 120}

inilah yang telah dirancang para majikan dari bangsa Eropa dan Yahudi, kemudian dilaksanakan oleh para Budak dari orang rendahan umat ini yang menjadi kuat di tanah air kita. Karena mereka tumbuh menjadi bsar di tanah Air kita dan memakan kekayaan tanah air kita. Akan tetapi mereka telah terdidik di bawah asuhan kelompok setan dan tentara Iblis yang telah mendidik mereka dengan Doktrin-doktrin Salibisme yang mematikan. Sesungguhnya tipu daya musuh berproses secara perlahan namun pasti hasilnya.

demikianlah mereka merendahkan bangsa dan umat {Islam}, sehingga bangsa-bangsa dan umat-umat {Islam} itu taat kepada mereka dan menyerahkan kepemimpinan kepada mereka, karena umat ini telah menyimpang dari Manhaj Ilahi. Padahal mereka sedang menyeret umat ini ke dalam api neraka dan menginginkan agar umat ini menjadi penghuninya.

Inilah yang telah diperingatkan Allah Ta’ala dalam firmannya,

كَيْفَ وَإِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لا يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلا وَلا ذِمَّةً يُرْضُونَكُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَى قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ

 “Bagaimana bisa {ada perjanjian dari sisi Allah dan Rosulnya dengan orang-orang musyrikin}. Padahal mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak {pula mengindakan} perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik {tidak menepati janji}”.{QS; At-Taubah; 8}

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

 “Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan,”Kami telah beriman.” Dan bila mereka mkembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan,”Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.”{QS; Al-Baqoroh; 14}

Mereka tidak pernah berhenti ber da’wah untuk mengajak orang menuju kesesatanm dan kemungkaran untuk maksud itu mereka mengadakan perkumpulan dan Konferensi-konferensi. Itulah sebabnya terdapat penyebutan bagi mereka dalam Nash sebagai para Da’I {pengajak/ penyeru}.


Dan kata Du’at {para Da’i} dengan di Dhammahkan huruf Dalnya adalah bentuk jamak dari Da’I yaitu Jama’ah yang melaksanakan urusan-urusannya dan menyeru manusia supaya menerimannya.(Lihat Aunul al-Ma’bud XI/ 317)

Peringatan Nabi dan penegasan Sunnah ini merupakan tudingan bagi orang-orang yang menderita buta warna sehingga mereka menjadi terompet semata, yang mengulang apa yang disampaikan kepadanya dari balik laut atau dari luar perbatasan!

Sesungguhnya peringatan Nabi itu adalah penggugah bagi umat islam agar mereka berhati-hati terhadap tipu daya orang-orang kafir dan sadar lalu tidak mengikuti jalan orang-orang Mujrimin {para pelaku dosa dan kejahatan}.

Sesungguhnya kita telah mendapati pengaruh Da’wah orang-orang kafir dalam sejarah kaum muslimin dan telah kita lihat kejelekannya di dunia manusia seluruhnya. Adapun contoh-contohnya sangat banyak dan itu turun temurun pada setiap masa dan tempat.

Para Da’I menuju kesesatan, sampai saat ini terus mengumandangkan propagandanya untuk menyeru manusia ke neraka, semoga Allah melindungi kita dari mereka.

Lihatlah para penyeru Demokrasi berkampanye. Lihatlah tokoh-tokoh Sosialis berteriak-teriak, dan lihat pulalah para pemimpin Sukuisme bersuara keras. Sementara orang-orang pun mengikuti mereka di belakang.

Berdasarkan ini, maka sebenarnya penebar kabut keruh {Dakhan} adalah para pendahulu dari da’i-da’I yang menyeru pada kesesatan. Berdasarkan ini pula menjadi jelaslah bahwa mata rantai persengkongkolan {konspirasi} terhadap Islam, pemeluk dan negaranya memiliki akar yang kuat dalam sejarah islam.

Ketiga, Tahun penuh kebohongan. 

Secara lahiriyah masa ini kelihatan masa keemasan namun dibalik itu adalah kebinasaan. Bukankah Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda dalam Hadits Hudzaifah yang baru lalu,

"وسيقومُ فيهم رجالٌ قُلوبُ الشياطين في جُشمانِ إسٍ"؟

 “Akan muncul ditengah mereka nanti beberapa orang yang berhati setan dan berjasad manusia.”

Akan tetapi banyak orang yang tertipu, khususnya bagi yang hanya melihat kulit luarnya saja tanpa melihat isinya. Itulah sebabnya mereka tidak begitu peduli kepada usaha memperbaiki celah sedini mungkin agar tidak semakin parah dan tidak semakin melebar.

Sesungguhnya Dakhan ini akan terus tumbuh berkembang hingga dapat membasmi kebaikan dan mendominasinya. Akhirnya sampailah pada Fase kejahatan murni dan akan mengawali munculnya juru dakhwah kepada kesesatan dan kelompok-kelompok menyimpang.

Lihatlah, gembong-gembong kesesatan terus menggeliat sementara pengikut kebaran terlelap dalam tidur panjang. Buktinya, Dakhan ini terus berkembang hingga sangat mendominasi dan mulai balik menyerang kebenaran dan pengikutnya sehingga terguncanglah singgasana Daulah mereka.

Oleh sebab itu, amanah mulai disia-siakan dan urusan diserahkan kepada para Ruwaibidhah pada tahun-tahun penuh kebohongan. Urusan diserahkan kepada bukan ahlinya dan kebenaran tidak diletakkan pada tempat yang semestinya.

عن أبي هريرةَ رضي الله عنه فال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: «سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: «الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ»

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata,”Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,’Akan tiba nanti atas umat manusia masa-masa penuh tipu daya. Para pembohong dianggap orang jujur sebaliknya orang jujur dicap pendusta. Orang yang Khianat di anggap amanat dan orang yang Amanah dianggap Khianat. Dan para Ruwaibihah mulai angkat bicara! Ada yang bertanya,’Apa itu Ruwaibidhah?” beliau menjawab,”Orang bodoh yang berkomentar tentang urusan umat!”(HR. Ibnu Majah 4036, al-Hakim IV/ 465, 466 dan 512, al-Khara’ithi dalam Makarimul Akhlak hal. 30 dan asy-Syajri dalam Amalinya II/ 256, 265.)

Maka dari itu, umat ini mesti kembali secara total kepada ajaran agama mereka yang murni menurut Manhaj yang telah digariskan oleh Rosululloh Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan Shahabat beliau. Sebab tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah menjadikannya baik generasi awalnya.

selesai................


Di salin  Rio Kristianto

Di nukil dari Kitab “Limadza Ikhtartu al-Manhaj as-Salafy” 
oleh Syaikh Salim  bin I’d al-Hilaly
 


 



[1] Hal itu telah dilakukan musuh-musuh Islam dengan dua cara :
1. Pertukaran pelajar, hal ini dimulai oleh Muhammad Ali dan diikuti oleh orang-orang setelahnya, dan disana terjadilah pencucian otak anak-anak kaum muslimin. Lalu setelah itu mereka kembali kenegeri-negeri mereka melaksanakan apa yang telah mereka dengar dan lihat.
2.       Orientalisme, dari sinilah orang-orang jahat dari musuh-musuh Allah melakukan penyusupan dengan slogan riset dan penelitian ilmiyah. Ternyata beberapa studi dan penyelidikan telah menetapkan bahwa para orientalis tersebut bekerja untuk kepentingan badan intelejan kristan Yahudi.

0 komentar: