Popular Posts
-
أخبرنا الشيخ الجليل الزاهد الثقة أبو الحسين المبارك بن عبد الجبار بن أحمد بن القاسم قال: Aku bertanya kepada ayahku dan Abu Zur’ah ...
-
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Puasa Bulan Rajab Pertanyaan: Akhir-akhir ini, banyak orang ...
-
عن عبد الله بن عمر قال أقبل علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال يا معشر المهاجرين خمس إذا ابتليتم بهن وأعوذ بالله ...
-
Diantara kaidah penting dalam ajaran Islam yang mulia ini adalah, menyerahkan urusan yang berhubungan dengan kemaslahatan umum,...
-
TIDAK MAU MENDENGAR DAN TAAT KEPADA PEMERINTAH DALAM PERKARA YANG BAIK Demokrasi tegak di atas prinsip pembolehan ...
-
MADZHAB AHLUS SUNNAH TENTANG TURUNYA ALLAH KE LANGIT DUNIA. Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini turunya Allah Ta’ala ke langit dun...
-
KENDURIAN ORANG MATI/TAHLILAN MENURUT KITAB I'ANATUTH THALIBIN Bismillah, Dari sebagian kaum muslimin yang banyak melakuk...
-
Jumhur ulama mengatakan bahwa isbal jika tidak disertai dengan kesombongan, maka hukumnya tidak sampai pada derajat haram. Paling be...
-
Kaum moderat adalah sebuah madzhab baru di abad ini. Mereka bertujuan menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran Khawarij dan Mu’tazilah. ...
-
Oleh Ustadz Abu Minhal Isu demokrasi telah mendunia. Ideologi produk Barat ini (baca: orang-orang kafir) lantas dipaksakan a...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
-
▼
2014
(59)
-
▼
September
(45)
- Al-Walaa’ wal-Baraa’ dalam Islam
- Menyentuh Al-Qur’an dalam Keadaan Tidak Suci
- Dalam Kondisi Darurat Hal Yang Terlarang Dibolehkan
- Hukum Cadar Pandangan 4 Madzhab
- Sebab Ikhtilaf Antara Ahlul Hadits dan Ra’yi
- Ilmu Fiqih Setelah Zaman Tabi’in
- Ilmu Fiqih pada Zaman Para Tabi’in
- Hadits-Hadits tentang Pengharaman Isbal
- tentang Men-sirr-kan Bismillah
- Jabat Tangan Wanita
- Islam adalah Agama yang Sempurna
- Berobat dengan Sesuatu yang Diharamkan
- Macam-macam Kufur
- Jilbab Syar’i Itu Lebar
- Syubhat Seputar Larangan Isbal
- Bahaya Mengolok-Olok Syari’at
- Mengolok-Olok Syari'at
- Hidayah Hanya Milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- Nasehat Untuk Sesama Kaum Muslimin
- Jangan Menolak Kebenaran
- Rapor Merah Ideologi Demokrasi
- Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah ?
- Cara Tepat Mewujudkan Kepemimpinan Yang Adil
- Pemimpin Ideal
- JENGGOT… HARUSKAH ???
- KERUSAKAN PEMILIHAN PEMIMPIN SECARA LANGSUNG
- Meninggalkan Peperangan Ketika Terjadi Fitnah
- MENYIKAPI FITNAH SECARA SYAR'I
- PERSATUAN YANG DIPERTUHANKAN
- LARANGAN MEMAKI AD-DAHR (MASA)
- KEUTAMAAN NEGERI SYAM DALAM HADITS SHAHIH
- RAGAM PEMIKIRAN MU'TAZILAH
- KESESATAN DAKWAH “Penyatuan Agama”
- TOLERANSI DALAM ISLAM
- SIAPAKAH YANG BERHAK DI SEBUT ULAMA?
- ILMU FIQIH PADA ZAMAN SHAHABAT
- USHULUS SUNNAH WA I’TIQAD DIEN Ibnu Abi Hatim
- FIQIH PADA ZAMAN NABI
- WAKTU KETIKA ALLAH TURUN KE LANGIT DUNIA
- Kemaksiatan adalah sebab munculnya penguasa yang d...
- USHULUS SUNNAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL رحمه الله
- Realita Umat Islam (4)
- Realita Umat Islam (3)
- Realita Umat Islam (2)
- Realita Umat Islam ( 1 )
-
▼
September
(45)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Pages - Menu
Pages - Menu
Blog Archive
-
▼
2014
(59)
-
▼
September
(45)
- Realita Umat Islam ( 1 )
- Realita Umat Islam (2)
- Realita Umat Islam (3)
- Realita Umat Islam (4)
- USHULUS SUNNAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL رحمه الله
- Kemaksiatan adalah sebab munculnya penguasa yang d...
- WAKTU KETIKA ALLAH TURUN KE LANGIT DUNIA
- FIQIH PADA ZAMAN NABI
- USHULUS SUNNAH WA I’TIQAD DIEN Ibnu Abi Hatim
- ILMU FIQIH PADA ZAMAN SHAHABAT
- SIAPAKAH YANG BERHAK DI SEBUT ULAMA?
- TOLERANSI DALAM ISLAM
- KESESATAN DAKWAH “Penyatuan Agama”
- RAGAM PEMIKIRAN MU'TAZILAH
- KEUTAMAAN NEGERI SYAM DALAM HADITS SHAHIH
- LARANGAN MEMAKI AD-DAHR (MASA)
- PERSATUAN YANG DIPERTUHANKAN
- MENYIKAPI FITNAH SECARA SYAR'I
- Meninggalkan Peperangan Ketika Terjadi Fitnah
- KERUSAKAN PEMILIHAN PEMIMPIN SECARA LANGSUNG
- JENGGOT… HARUSKAH ???
- Pemimpin Ideal
- Cara Tepat Mewujudkan Kepemimpinan Yang Adil
- Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah ?
- Rapor Merah Ideologi Demokrasi
- Jangan Menolak Kebenaran
- Nasehat Untuk Sesama Kaum Muslimin
- Hidayah Hanya Milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- Mengolok-Olok Syari'at
- Bahaya Mengolok-Olok Syari’at
- Syubhat Seputar Larangan Isbal
- Jilbab Syar’i Itu Lebar
- Macam-macam Kufur
- Berobat dengan Sesuatu yang Diharamkan
- Islam adalah Agama yang Sempurna
- Jabat Tangan Wanita
- tentang Men-sirr-kan Bismillah
- Hadits-Hadits tentang Pengharaman Isbal
- Ilmu Fiqih pada Zaman Para Tabi’in
- Ilmu Fiqih Setelah Zaman Tabi’in
- Sebab Ikhtilaf Antara Ahlul Hadits dan Ra’yi
- Hukum Cadar Pandangan 4 Madzhab
- Dalam Kondisi Darurat Hal Yang Terlarang Dibolehkan
- Menyentuh Al-Qur’an dalam Keadaan Tidak Suci
- Al-Walaa’ wal-Baraa’ dalam Islam
-
▼
September
(45)
About Me
- Unknown
Sabtu, 06 September 2014
قال
الإمام أحمد - رضي الله عنه -:
أصول السنة عندنا:
أصول السنة عندنا:
Dia berkata:
Aku mendengar Abu 'Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal berkata, "Pondasi Ahlis Sunnah menurut kami adalah: [1]
ـ
التمسك بما كان عليه أصحاب الرسول - صلى الله عليه وسلم –
Berpegang teguh
pada jalan hidup para sahabat Rasulullah
والاقتداء
بهم
Berqudwah (mengambil teladan) pada mereka
وترك
البدع
Meninggalkan bid'ah-bid'ah
وكل
بدعة فهي ضلالة
Setiap bid’ah adalah kesesatan
وترك
الخصومات والجلوس مع أصحاب الأهواء
Meninggalkan
permusuhan dan berduduk-duduk dengan Ahlil Ahwa’ (pengekor hawa nafsu)
وترك
المراء والجدال والخصومات في الدين
Meninggalkan
perdebatan dan adu argumentasi serta pertikaian dalam urusan agama
والسنة
عندنا آثار رسول الله - صلى الله عليه وسلم –
As-Sunnah
menurut kami adalah atsar-atsar Rasulullah
والسنة
تفسر القرآن، وهي دلائل القرآن
As-Sunnah
adalah penjelas Al-Quran yakni petunjuk-petunjuk dalam Al-Quran
وليس
في السنة قياس، ولا تضرب لها الأمثال، ولا تدرك بالعقول والأهواء. إنما هو الاتباع
وترك الهوى
Di dalam
As-Sunnah tidak ada qiyas , As-Sunnah tidak
boleh dibuat permisalan dan tidak dapat diukur dengan akal dan hawa nafsu, akan
tetapi dengan ittiba' dan meninggalkan hawa nafsu
ومن
السنة اللازمة التي من ترك منها خصلة، لم يقبلها ويؤمن بها؛ لم يكن من أهلها:
Dan termasuk
dari Sunnah yang tidak boleh ditinggalkan dan bila ditinggalkan satu perkara
saja darinya maka ia tidak menerima dan beriman dengannya (Sunnah) dan tidak
termasuk dari ahlinya
الإيمان
بالقدر خيره وشره. والتصديق بالأحاديث فيه. والإيمان بها. لا يقال: (لمَ؟) و
(كيف؟)، إنما هو التصديق والإيمان بها. ومن لم يعرف تفسير الحديث، ويبلغه عقله؛
فقد كفي ذلك وأحكم له؛ فعليه الإيمان به والتسليم له. مثل حديث: «الصادق المصدوق»
Beriman terhadap taqdir baik dan buruknya dan membenarkan hadits-hadits tentangnya dan mengimaninya. Tidak boleh mengatakan:
"Kenapa" dan "bagaimana", karena hal itu tiada lain
hanyalah membenarkan dan mengimaninya. Barangsiapa yang tidak mengerti penjelasan hadits (tentang taqdir) dan akalnya tidak sampai, maka hal itu telah cukup dan
kokoh baginya. Maka wajib baginya mengimaninya dan berserah diri, seperti
hadits: Ash-Shaadiqul Mashduuq
ومثل
ما كان مثله في القدر والرؤية والقرآن وغيرها من السنن مكروه، ومنهي عنه، لا يكون
صاحبه، وإن كان بكلامه سنة من أهل السنة حتى يدع الجدال ويسلم. ويؤمن بالآثار
Dan semisalnya
hadits tentang taqdir, juga semua hadits-hadits tentang melihat Allah meskipun
jarang terdengar dan banyak yang tidak suka mendengarnya, maka wajib
mengimaninya dan tidak boleh menolak darinya satu huruf pun, dan hadits-hadits
selainnya yang ma'tsur dari orang-orang yang tsiqah (terpercaya).
Tidak boleh
mendebat seseorang tentangnya dan mempelajari Ilmu berdebat, karena berdebat tentang taqdir, ru’yah, Al-Quran dan yang selainnya dari (prinsip-prinsip) As-Sunnah adalah makruh dan terlarang. Dan
tidak termasuk Ahli Sunnah (orang yang berbicara dan berdebat tentang taqdir,
ru'yah dan Al-Quran) meskipun perkataannya sesuai dengan As-Sunnah hingga ia
meninggalkan perdebatan dan berserah diri serta beriman terhadap atsar-atsar
والقرآن
كلام الله وليس بمخلوق، ولا يضعف أن يقول: ليس بمخلوق. قال: فإن كلام الله ليس
ببائن منه، وليس منه شيء مخلوق وإياك ومناظرة من أحدث فيه، ومن قال باللفظ وغيره،
ومن وقف فيه قال: (لا أدري مخلوق أو ليس بمخلوق، وإنما هو كلام الله). فهذا صاحب
بدعة مثل من قال: (هو مخلوق)، وإنما هو كلام الله ليس بمخلوق.
Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk, dan tidak boleh
melemah untuk mengatakan Al-Quran bukan makhluk, karena sesungguhnya kalam Allah itu tidak
terpisah dari-Nya, dan tiada suatu bagianpun dari-Nya yang makhluk dan
hindarilah berdebat dengan orang yang membuat perkara baru tentangnya, orang
yang mengatakan lafazhku dengan Al-Quran adalah makhluk dan selainnya serta orang yang tawaqquf
tentangnya, yang mengatakan, "Aku tidak tahu makhluk atau bukan makhluk
akan tetapi ia adalah kalam Allah." Karena orang ini adalah ahli bid’ah, seperti orang yang mengatakan Al-Quran adalah makhluk. Sesungguhnya Al-Quran adalah Kalam Allah
dan bukan makhluk
- والإيمان بالرؤية يوم القيامة كما
روي عن النبي - صلى الله عليه وسلم - من الأحاديث الصحاح
Beriman
terhadap ru'yah (melihat Allah) pada hari kiamat sebagaimana hadits-hadits
shahih yang diriwayatkan dari Nabi
-
وأن النبي - صلى الله عليه وسلم - قد رأى ربه. فإنه مأثور عن رسول الله - صلى الله
عليه وسلم - صحيح. رواه قتادة عن عكرمة عن ابن عباس، ورواه الحكم عن أبان عن ابن
عباس، ورواه علي بن زيد عن يوسف بن مهران عن ابن عباس. والحديث عندنا على ظاهره،
كما جاء عن النبي - صلى الله عليه وسلم - والكلام فيه بدعة. ولكن نؤمن به كما جاء
على ظاهره. ولا نناظر فيه أحدا
Dan Nabi صلي الله عليه وسلم pernah melihat Rabbnya. Telah ada atsar yang shahih dari
Rasulullah yang diriwayatkan
oleh Qatadah dari lkrimah dari lbnu 'Abbas رضي الله عنهما dan diriwayatkan oleh Al-Hakam bin
Abban dari lkrimah dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما
serta diriwayatkan oleh Ali bin
Zaid dari Yusuf bin Mihran dari lbnu Abbas رضي الله عنهما. Dan hadits tersebut menurut kami
hendaknya difahami sesuai dengan makna zhahirnya, sebagaimana hal itu datang
dari Nabi صلي الله عليه وسلم sebab memperdebatkan tentangnya adalah
bid'ah. Akan tetapi kami mengimaninya sesuai dengan (makna) zhahirnya
sebagaimana hal itu datang (kepada kami), dan kami tidak memperdebatkan tentangnya
dengan siapapun
والايمان
بالميزان بوم القيامة. كما جاء «يوزن العبد يوم القيامة فلا يزن جناح بعوضة» وتوزن
أعمال العباد كما جاء في الأثر. والإيمان به والتصديق به، والإعراض عن من رد ذلك
وترك مجادلته
Beriman kepada
Al-Miizan (timbangan)
pada hari kiamat,
sebagaimana dalam hadits
يَوْزِنُ
العَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَلَا يَزِنُ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ
"Seorang
hamba akan ditimbang pada hari kiamat, maka ia tidak dapat mengimbangi berat
sayap seekor nyamuk."
Dan juga
amalan-amalan para hamba akan ditimbang sebagaimana dalam atsar, mengimani dan
membenarkannya dan berpaling dari orang yang menolaknya serta meninggalkan
perdebatan dengannya
-
وأن الله يكلم العباد يوم القيامة ليس بينهم وبينه ترجمان والإيمان به والتصديق به
Allah akan mengajak
bicara hamba-hamba-Nya pada hari kiamat tanpa ada penerjemah antara mereka dengan-Nya, dan kita wajib mengimani dan membenarkannya
-
والإيمان بالحوض وأن لرسول الله - صلى الله عليه وسلم - حوضا يوم القيامة ترد عليه
أمته، عرضه مثل طوله مسيرة شهر، آنيته كعدد نجوم السماء على ما صحت به الأخبار من
غير وجه.
Beriman dengan
telaga dan bahwa Rasulullah memiliki telaga pada hari kiamat yang akan didatangi
oleh umatnya dimana luasnya sepanjang perjalanan sebulan dan bejana-bejananya
sebanyak bintang-bintang di langit menurut riwayat-riwayat yang shahih dari
beberapa jalan
والإيمان
بعذاب القبر
Beriman kepada
adzab kubur
-
أن هذه الأمة تفتن في قبورها وتسأل عن الإيمان والإسلام، ومن ربه ؟ ومن نبيه ؟
ويأتيه منكر ونكير كيف شاء الله عز وجل وكيف أرارد. والإيمان به والتصديق به
Dan bahwa umat
ini akan diuji dan ditanya di dalam kuburannya tentang iman, islam, siapa
Rabbnya, siapa Nabinya, dan akan didatangi oleh Malaikat Munkar dan Nakir
sesuai dengan kehendak dan keinginan Allah. Dan kita mengimani dan
membenarkannya
-
والإيمان بشفاعة النبي - صلى الله عليه وسلم - لقوم يخرجون من النار بعدما احترقوا
وصاروا فحما؛ فيؤمر بهم إلى نهر على باب الجنة - كما جاء في الأثر - كيف شاء الله
وكما شاء.
إنما هو الإيمان والتصديق به.
إنما هو الإيمان والتصديق به.
Beriman
terhadap syafa'at Nabi صلي الله عليه وسلم dan suatu kaum yang dikeluarkan
dari api Neraka setelah terbakar dan menjadi arang, kemudian mereka diperintahkan
menuju sungai di depan Surga sesuai dengan kehendak Allah, sebagaimana dalam atsar.
Dan kita mengimani dan membenarkannya
والإيمان
أن المسيح الدجال خارج مكتوب بين عينيه كافر، والأحاديث التي جـاءت فيـه، والإيمان
بأن ذلك كائن
Beriman bahwa Al-masih
ad-Dajjal akan keluar, tertulis di antara kedua matanya "Kafir". Dan beriman
terhadap hadits-hadits tentangnya dan bahwa hal itu pasti terjadi.
-
وأن عيسى ابن مريم - عليه السلام – ينـزل فيقتله بباب لد
Dan bahwa Isa
bin Maryam عليه السلامakan turun lalu membunuhnya di pintu Lud
-
والإيمان قول وعمل يزيد وينقص كما جاء في الخبر "أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم
خلقا"
Iman adalah
perkataan dan perbuatan, dapat bertambah dan berkurang sebagaimana dalam hadits "Orang
yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya."
-
"ومن ترك الصلاة فقد كفر" و"ليس من الأعمال شيء تركه كفر إلا الصلاة"
من تركها فهو كافر. وقد أحل الله قتله
Barangsiapa
meninggalkan shalat maka ia telah kafir, dan tidak ada suatu amalan apapun yang apabila
ditinggalkan maka akan menyebabkan kekafiran melainkan shalat. Maka barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah
kafir dan Allah telah menghalalkannya untuk dibunuh
-
وخير هذه الأمة بعد نبيها: أبو بكر الصديق، ثم عمر بن الخطاب، ثم عثمان بن عفان.
نقدم هؤلاء الثلاثة كما قدمهم أصحاب رسول الله - صلى الله عليه وسلم -. لم يختلفوا
في ذلك.
Sebaik-baik
orang dari umat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, kemudian Umar bin Khaththab, kemudian Utsman bin 'Affan. Kami mendahulukan
mereka bertiga sebagaimana para sahabat Rasulullah صلي الله عليه وسلم mendahulukan mereka,
mereka tidak berselisih pendapat dalam hal itu
ثم بعد هؤلاء الثلاثة أصحاب الشورى الخمسة: علي
بن أبي طالب , وطلحة، والزبير، وعبد الرحمن بن عوف، وسعد، وكلهم يصلح للخلافة.
وكلهم إمام. ونذهب في ذلك إلى حديث ابن عمر "كنا نعد ورسول الله - صلى الله
عليه وسلم - حي وأصحابـه متوافرون: أبوبكر ثم عمر ثم عثمان، ثم نسكت"
Kemudian
setelah mereka adalah lima orang Ash-haabu asy-Syuura, yaitu: Ali bin Abi
Thalib, Thalhah, Zubair (bin Awwam), Abdurrahman bin Aufdan, Sa'ad (bin
AbiWaqqash). Mereka semua patut untuk menjadi khalifah, dan semuanya adalah
imam (pemimpin). Kami berpendapat demikian berdasarkan hadits Ibnu Umar ;
"Kami menyebutkan secara
berurutan tatkala Rasulullah masih hidup dan para sahabat masih berkumpul,
yaitu: Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, kemudian kami diam
ثم بعد أصحاب الشورى أهل بدر من المهاجرين، ثم
أهل بدر من الأنصار من أصحاب رسول الله - صلى الله عليه وسلم - على قدر الهجرة
والسابقة أولا فأول.
Kemudian
setelah Ash-haabu asy-Syura adalah Ahli Badr dari kaum Muhajirin, kemudian Ahli
Badr dari kaum Anshar dari para sahabat Rasulullah صلي الله عليه وسلم sesuai dengan
kadar hijrah dan keterdahuluan (masuk Islam)
- ثم أفضل الناس بعد هؤلاء أصحاب رسول
الله - صلى الله عليه وسلم - القرن الذي بعث فيهم. كل من صحبه سنة أو شهرا أو يوما
أو ساعة أو رآه فهو من أصحابه له من الصحبة على قدر ما صحبه، وكانت سابقته معه
وسمع إليه ونظر إليه نظرة.
Kemudian
sebaik-baik manusia setelah para sahabat adalah generasi yang Rasulullah صلي الله عليه وسلم diutus padanya.
Setiap orang yang bersahabat dengannya baik setahun, sebulan, sehati, sesaat
atau pernah melihatnya, maka ia termasuk dari para sahabatnya. Ia memiliki
keutamaan bersahabat sesuai dengan waktu persahabatan dengannya. Karena
keterdahuluannya bersama Beliau صلي الله عليه وسلم telah mendengar
darinya, dan melihat kepadanya
فأدناهم صحبة هو أفضل من القرن الذين لم يروه.
ولو لقو الله بجميع الأعمال؛ كان هؤلاء الذين صحبوا النبي - صلى الله عليه وسلم -
ورأوه وسمعوا منه ومن رآه بعينه وآمن به ولو ساعة أفضل لصحبته من التابعين ولو
عملوا كل أعمال الخير.
Maka
serendah-rendah derajat mereka masih lebih utama dibanding generasi yang tidak
pernah melihatnya, walaupun berjumpa Allah سبحانه و تعالي dengan membawa
seluruh amal (kebaikan). Mereka orang-orang yang pernah bersahabat dengan Nabi صلي الله عليه وسلم, melihat dan
mendengar darinya, serta orang yang melihatnya dengan mata kepalanya dan
beriman kepadanya walaupun sesaat masih lebih utama—dikarenakan persahabatannya
dengan Beliau صلي الله عليه وسلم — daripada para tabi'in walaupun
mereka mengamalkan segala amal kebaikan
- والسمع والطاعة للأمة وأمير
المؤمنين البر والفاجـر ومن ولي الخلافة، واجتمع الناس عليه ورضوا به، ومن عليهم
بالسيف حتى صار خليفة وسمي أمير المؤمنين.
Mendengar dan
taat pada para imam dan pemimpin kaum mukminin yang baik maupun yang buruk dan kepada khalifah yang manusia bersatu padanya dan meridhainya. Dan juga kepada orang yang telah
mengalahkan manusia dengan pedang (kekuatan) hingga ia menjadi khalifah dan
disebut sebagai Amirul Mukminin (pemimpin kaum mukmin)
- والغزو ماض مع الأمراء إلى يوم القيامة البر والفاجر لا يترك.
Perang
dilakukan bersama para pemimpin yang baik maupun yang buruk terus berlangsung
sampai hari kiamat, tidak boleh ditinggalkan
- وقسمة الفيء، وإقامة الحدود إلى الأئمة ماض، ليس لأحد أن يطعن
عليهم، ولا ينازعهم.
Pembagian fa’i (Harta rampasan perang dari kaum kafir tanpa terjadi
peperangan) dan penegakan hukuman-hukuman harus diserahkan kepada para imam
(pemimpin). Tidak boleh bagi siapapun untuk mencela dan menyelisihinya
- ودفع الصدقات إليهم جائزة نافذة. من دفعها إليهم أجزأت عنه برا
كان أو فاجرا.
Membayar zakat/sedekah
kepada mereka (para imam/pemerintah) boleh dan terlaksana. Barang siapa membayarkannya kepada mereka maka hal itu telah cukup/sah baginya, baik pemimpin itu baik maupun jelek
- وصلاة الجمعة خلفه، وخلف من ولاه جائزة
باقية تامة ركعتين، من أعادهما فهو مبتدع، تارك للآثار، مخالف للسنة، ليس له من
فضل الجمعة شيء؛ إذا لم ير الصلاة خلف الأئمة برهم وفاجرهم فالسنة بأن يصلي معهم
ركعتين ويدين بأنها تامت. لايكن في صدرك من ذلك شك.
Melaksanakan
shalat jum'at di belakang mereka dan di belakang orang yang menjadikan mereka
sebagai pemimpin hukumnya boleh dan sempurna dua raka'at. Barangsiapa yang
mengulangi shalatnya maka ia adalah mubtadi' (pelaku bid'ah) yang meninggalkan
atsar-atsar dan menyelisihi Sunnah. Tidak ada baginya sedikitpun dari keutamaan
shalat jum'at apabila ia tidak berpendapat bolehnya shalat di belakang para
imam/pemimpin, baik pemimpin itu baik maupun buruk. Karena Sunnah memerintahkan
agar melaksanakan shalat bersama mereka dua raka’at dan mengakui bahwa shalat itu sempurna. Tanpa ada
keraguan terhadap hal itu di dalam hatimu
- ومن خرج على إمام من أمة المسلمين
وقد كان الناس اجتمعوا عليه وأقروا له بالخلاقة بأي وجه كان بالرضا أو بالغلبة فقد
شق هذا الخارج عصا المسلمين، وخالف الآثار عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم -
فإن مات الخارج عليه مات ميتة جاهلية.
Barangsiapa
yang keluar (dari ketaatan) terhadap seorang pemimpin dari para pemimpin
muslimin, padahal manusia telah bersatu dan mengakui kekhalifahan baginya
dengan cara apapun, baik dengan ridha atau dengan kemenangan (dalam perang),
maka sungguh orang tersebut telah memecah belah persatuan kaum muslimin dan
menyelisihi atsar-atsar dari Rasulullah صلي الله عليه وسلم. Dan apabila
ia mati dalam keadaan demikian maka matinya seperti mati jahiliyyah
- ولا يحل قتال السلطان ولا الخروج
غليه لأجد من الناس. فمن فعل ذلك فهو مبتدع على غير السنة والطريق.
Tidak halal memerangi
penguasa (pemerintah) dan keluar dari ketaatan kepadanya dikarenakan seseorang. Barangsiapa yang melakukan hal itu maka ia adalah seorang mubtadi (pelaku bid'ah) yang bukan
di atas Sunnah dan jalan (yang lurus)
- وقتال اللصوص والخوارج جائز إذا
عرضوا للرجل في نفسه وماله فله أن يقاتل عن نفسه وماله، ويدفع عنها بكل ما يقدر،
وليس له إذا فارقوه أو تركوه أن يطلبهم، ولا يتبع آثارهم، ليس لأحد إلا الإمام أو
ولاة المسلمين.
Memerangi para
pencuri dan orang-orang Khawarij (yang keluar dari ketaatan kepada penguasa)
dibolehkan, apabila mereka telah merampas jiwa dan harta seseorang. Maka bagi
orang tersebut boleh memerangi mereka untuk mempertahankan jiwa dan hartanya
dengan segala kemampuan. Akan tetapi ia tidak boleh mengejar dan mengikuti
jejak mereka apabila mereka telah pergi dan meninggalkannya. Tidak boleh bagi
siapapun kecuali imam atau para pemimpin muslimin
إنما له أن يدفع عن نفسه في مقامه ذلك، وينوي
بجهده أن لا يقتل أحدا؛ فإن مات علي يديه في دفعه عن نفسه في المعركة فأبعد الله
المقتول وإن قتل هذا في تلك الحال وهويدفع عن نفسه وماله رجوت له الشهادة. كما جاء
في الأحاديث
karena hanya
diperbolehkan untuk mempertahankan jiwa dan hartanya di tempat tinggalnya, dan
berniat dengan upayanya untuk tidak membunuh seseorang. Jika ia
(pencuri/Khawarij) mati di tangannya dalam peperangan mempertahankan dirinya,
maka Allah akan menjauhkan orang yang terbunuh (dari rahmat-Nya). Dan jika ia (yang dirampok) terbunuh dalam keadaan
demikian sedang ia itu mempertahankan jiwa dan hartanya, maka aku berharap ia
mati syahid sebagaimana dalam hadits-hadits
وجميع
الآثار في هذا إنما أمر بقتاله، ولم يأمر بقتله ولا اتباعه، ولا يجيز عليه إن صرع
أو كان جريحا، وإن أخذه أسيرا فليس له أن يقتله، ولا يقيم عليه الحد، ولكن يرفع
أمره إلى من ولاه الله فيحكم فيه.
Dan seluruh
atsar dalam masalah ini memerintahkan agar memeranginya [pencuri dan
khawarij] dan tidak memerintahkan untuk
membunuh dan mengejarnya. Dan tidak boleh membunuhnya jika ia menyerah atau
terluka. Dan jika ia menawannya maka tidak boleh membunuhnya dan tidak boleh
melaksanakan hukuman padanya akan tetapi urusannya diserahkan kepada orang yang
telah dijadikan oleh Allah sebagai pemimpin, lalu ia menghukuminya
- ولا نشهد على أحد من أهل القبلة
بعمل يعمله بجنة أونار. نرجو للصالح ونخاف عليه، ونخاف على المسيء المذنب. ونرجو
له رحمة الله.
Kami tidak
bersaksi dengan (masuk) Surga atau Neraka bagi siapapun dari Ahli Kiblat (kaum
muslimin pent) disebabkan
suatu amalan yang diperbuatnya. Kami berharap (kebaikan) bagi orang shalih dan
mengkhawatirkan (kejelekan) baginya. Kami (juga) mengkhawatirkan (kejelekan)
akan menimpa orang buruk lagi berdosa, dan mengharapkan rahmat Allah baginya
- ومن لقي الله بذنب يجب له ربه النار
-تائبا غير مصر عليه - فإن الله يتوب عليه. ويقبل التوبة عن عباده ويعفو عن
السيئات.
Barangsiapa
berjumpa Allah dengan membawa dosa yang menyebabkannya masuk ke dalam Neraka
—sedangkan ia dalam keadaan bertaubat dan tidak berlarut-larut di dalam dosa—
maka sesungguhnya Allah akan mengampuninya dan menerima taubat dari
hamba-hambanya serta memaafkan kesalahan-kesalahan
- ومن لقيه وقد أقيم عليه حد ذلك
الذنب في الدنيا فهو كفارته. كما جاء في الخبر عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم
-.
Barangsiapa
berjumpa dengan Allah sedangkan telah dilaksanakan hukuman dosa tersebut
padanya di dunia, maka itu adalah kaffarahnya (penghapus dosanya). Sebagaimana
dijelaskan dalam hadits Rasulullah صلي الله عليه وسلم
- ومن لقيه مصرا غير تائب من الذنوب
التي قد استوجب بها العقوبة ؛ فأمره إلى الله إن شاء عذبه وإن شاء غفر له.
Barangsiapa
berjumpa Allah dalam keadaan terus menerus berbuat dosa tanpa bertobat darinya,
yang mana dosa-dosa tersebut mengharuskannya disiksa, maka urusannya terserah
kepada Allah. Jika Dia berkehendak, Dia menyiksanya. Dan jika Dia berkehendak,
Dia mengampuninya
- ومن لقيه من كافر عذبه ولم يغفر له.
Barangsiapa
berjumpa Allah dari orang kafir, niscaya Dia menyiksanya dan tidak
mengampuninya
- والرجم حق على من زنا وقد أحصن إذا
اعترف أو قامت عليه بينة
(Hukuman) Rajam
adalah hak bagi siapa yang berzina sedangkan dia telah terpelihara (menikah),
bilamana dia mengaku atau terdapat bukti atasnya
- وقد رجم رسول الله - صلى الله عليه وسلم -.
Rasulullah صلي الله عليه وسلم telah (melaksanakan hukuman) rajam
- وقد رجمت الأئمة الراشدون.
Demikian pula
para imam (pemimpin) pang lurus telah melaksanakan hukuman rajam
- ومن انتقص أحدا من أصحاب رسول الله
- صلى الله عليه وسلم - أو أبغضه بحدث كان منه أو ذكر مساوئه كان مبتدعا حتى يترحم
عليهم جميعا، ويكون قلبه لهم سليما.
Barangsiapa yang
mencela salah seorang sahabat Rasulullah صلي الله عليه وسلم atau
membencinya karena suatu kesalahan darinya, atau menyebutkan
kejelekan-kejelekannya, maka dia adalah seorang ahli bid'ah, sehingga dia
menyayangi mereka semua dan hatinya bersih dari (sikap membenci atau mencela pent)
mereka
- والنفاق هو الكفر: أن يكفر بالله
ويعبد غيره، ويظهر الإسلام في العلانية، مثل المنافقين الذين كانوا على عهد رسول
الله - صلى الله عليه وسلم –
Dan nifaq
adalah kekafiran: Yakni kafir kepada Allah dan beribadah kepada selain-Nya,
menampakkan keislaman di hadapan orang umum, seperti orang-orang munafiq yang
hidup di zaman Rasulullah صلي الله عليه وسلم
- وقوله - صلى الله عليه وسلم - :
"ثلاث من كُنَّ فيه فهو منافق" هذا على التغليظ نرويها كما جاءت، ولا
نفسرها
Dan
sabda Nabi صلي الله عليه وسلم
"Tiga perkara yang barangsiapa ada pada
dirinya maka ia adalah orang munafiq. "
Hadits
ini sebagai ancaman berat Kami meriwayatkannya seperti apa adanya. Kami tidak
menafsirkannya (dengan makna lain pent)
- وقولـه - صلى الله عليه وسلم -
"لا ترجعوا بعدي كفارا ضلالا يضرب بعضكم رقاب بعض". ومثل: "إذا
التقى المسلمان بسيفيهما فالقاتل والمقتول في النار" ومثل "سباب المسلم
فسوق وقتاله كفر" ومثل "من قال لأخيه يا كافر فقد باء بها أحدهما"
ومثل "كفر بالله تبرؤ من نسب وإن دق ".
Dan sabdanya "Janganlah kamu kembali menjadi orang-orang kafir yang
sangat sesat sepeninggalku. Sebagian kamu membunuh sebagian yang lain. "
Dan seperti
hadits Nabi صلي الله عليه وسلم
"إذا التقى المسلمان بسيفيهما فالقاتل والمقتول في
النار"
"Apabila dua orang muslim
saling berhadapan dengan mengangkat pedang, maka si pembunuh dan yang terbunuh
keduanya masuk kedalam
Neraka.
سِبَابُ
الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
"Mencaci
seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekafiran."
dan seperti sabdanya صلي الله عليه وسلم
مَنْ
قَالَ لِأَخِيْهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ أَحَدُهُمَا
"Barangsiapa
yang mengatakan kepada saudaranya,'Wahai orang kafir', Maka perkataan tersebut akan kembali kepada salah satu dari keduanya."
Dan seperti sabdanya صلي الله عليه وسلم
كُفْرٌ بِاللهِ تَبَرَّؤٌ مِنْ نَسَبٍ وَإِنْ دَقَّ
"Merupakan
kekafiran kepada Allah adalah berlepas diri dari nasab walaupun sekecil
apapun."
- ونحو هذه الأحاديث مما صح وحفظ، فإنا نسلم له، وإن لم نعلم
تفسيرها ولا نتكلم فيها ولا نجادل فيها، ولا نفسر هذه الأحاديث إلا مثل ما جاءت لا
نردها إلا بأحق منها
Dan yang
semisal hadits-hadits tersebut dari apa yang telah benar dan terjaga. Kami pasrah kepadanya
walaupun tidak tahu tafsirnya. Dan kami tidak membicarakannya dan tidak
memperdebatkannya. Dan kami (juga) tidak menafsirkan hadits-hadits ini kecuali
sebagaimana ia datang (seperti apa adanya). Kami tidak menolaknya kecuali
dengan apa yang lebih benar darinya
- والجنة والنار مخلوقتان كما جاء عن رسول الله - صلى الله عليه
وسلم -: "دخلت الجنة فرأيت قصرا"، "ورأيت الكوثر"
و"اطلعت
في الجنة فرأيت أكثر أهلها. . . ."، "واطلعت في النار فرأيت. . . . . .
كذا"، فمن زعم أنهما لم تخلقا فهو مكذب بالقرآن , وأحاديث رسول الله - صلى
الله عليه وسلم -، ولا أحسبه يؤمن بالجنة والنار.
Surga dan
Neraka adalah dua makhluk yang telah diciptakan sebagaimana sabda Rasulullah صلي الله عليه
وسلم
"Aku telah
memasuki Surga, maka aku melihat sebuah istana. " "Dan aku
telah melihat Al-Kautsar." "Dan aku telah melihat Surga, lalu aku
melihat mayoritas penghuninya adalah demikian." "Dan aku telah
melihat Neraka, maka aku melihat begini dan begitu."
Maka
barangsiapa menyangka bahwa keduanya. (Surga dan Neraka) belum diciptakan,
berarti ia telah mendustakan Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah صلي الله عليه وسلم Dan aku (Imam Ahmad bin Hanbal pent) menyangka
bahwa ia tidak beriman dengan (adanya) Surga dan Neraka
- ومن مات من أهل القبلة موحدا يصلى
عليـه ويستغفر له، ولا يحجب عنه الاستغفار، ولا تترك الصلاة عليه لذنب أذنبه
-صغيرا كان أو كبيرا - أمره إلى الله.
Barangsiapa meninggal
dunia dari ahli kiblat dalam keadaan bertauhid, maka ia (berhak) dishalatkan dan
dimintakan ampunan baginya. Dan istighfar (permintaan ampunan kepada Allah) tidak boleh dihalangi darinya. Dan
menshalati jenazahnya tidak boleh ditinggalkan disebabkan suatu dosa yang dilakukannya,
baik dosa kecil maupun besar. Dan urusannya terserah kepada Allah
DI Salin Rio Kristianto
Dari kitab "USHULUS SUNNAH" oleh IMAM AHMAD BIN HAMBAL "رحمه الله
[1]
Ini adalah Riwayat dan Matan Ushulus
Sunnah Karya Imam Ahmad yang disalin dari Syarah Ushulus Sunnah Keyakinan
al-Imam Ahmad dalam Aqidah, yang disyarah oleh Syaikh Walid bin Muhammad Nubaih
dan Ta’liq dari Syaikh Muhammad ‘Ied al-Abbasi.
Label:
AQIDAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar