Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive

About Me

Rabu, 03 September 2014

Pada kenyataannya ada dua hal yang membuat umat kehilangan keseimbangan, sehingga berjalan limbung ke kanan dan Ke kiri hingga banyak kelompok umat Islam yang keluar {dari jalan induk} menuju cabang-cabang jalan kecil.

PERTAMA,: Kondisi Wahn

Keadaan ini telah diisyaratkan dan diingatkan dengan sangat tegas tanpa ada kebimbangan, sangat jelas tanpa ada kesamaran, dan sangat nyaring tanpa ada gangguan, dalam Hadits Tsauban Maula Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata,

Tsauban maula Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :
يوشك الأمم أن تداعى عليكم كما تداعى الأكلة إلى قصعتها فقال قائل ومن قلة نحن يومئذ قال بل أنتم يومئذ كثير ولكنكم غثاء كغثاء السيل ولينزعن الله من صدور عدوكم المهابة منكم وليقذفن الله في قلوبكم الوهن فقال قائل يا رسول الله وما الوهن قال حب الدنيا وكراهية الموت

“Hampir saja umat-umat (selain Islam) berkumpul (bersekongkol) menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan menghadapi bejana makanannya”. Lalu seseorang bertanya,”Apakah kami pada waktu itu sedikit ?”. Beliau menjawab,”Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian seperti buih, yaitu buih banjir. (Pada waktu itu) Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan ke dalam hati-hati kalian al-wahn (kelemahan)”. Orang tadi bertanya lagi,”Wahai rasulullah, apakah al-wahn itu ?”. Beliau menjawab,”Cinta dunia dan takut mati”.

 ( HR. Abu Dawud nomor 4297, Ahmad 5/278, dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul-Auliyaa 1/182; shahih lighairihi (  
Hadits yang menetapkan keadaan Wahn ini memberikan gambaran dan pemaparan yang sangat jelas tentang Realita umat Islam.

Pertama


Musuh-musuh Allah yang terdiri dari tentara Iblis dan pembantu-pembantu Setan terus mengintai pertumbuhan Umat Islam dan negaranya, kapan saja mereka melihat penyakit Wahn menjalar dan menggerogoti tubuh umat islam, maka mereka segera menerkamnya dan menyimpan segala miliknya yang berharga.

Orang-orang Kafir dan orang-orang Musyrik ahlu Kitab senantiasa melakukan hal tersebut sejak awal kemunculan islam, ketika negara islam masih muda, baru di pasang pilar-pilarnya dan baru di tegakkan bangunannya oleh Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Madinah Nabawiyah dan sekitarnya.

Hal ini telah tergambar dengan sangat jelas dalam sebuah Hadits {tentang tiga orang yang tidak ikut dalam perang Tabuk} sebagaimana yang dikisahkan oleh Ka’ab bin Malik,


بينها أنا أمشى في سوقِ المدينةُ إذا نَبَطي من نبطِ أهلِ الشام ممن قَدمَ بالطعامِ يَبيعه بالمدينةِ يقولُ : من يَدلُ علي كعبِ بنِ مالك ؟
فَطَفق النَّاس يُشِيْرُوْنَ لَهُ، حتى جاءَنِي فَدَفَعَ إِلَيَّ كِتَابًا مِنْ مَلِكِ غَسَّـانَ، وَكُنْتُ كَاتِبَا، فَقَرَأْتُهُ، فَإِذَا فِيــهِ : أَمَا بَعْدُ، فَإِنَّهُ قَدْ بَلَغَنَا أَنّ صَاحَاحِبَكَ قَدْ جَفَاكَ، وَلَمْ يَجْعَلْكَ الله بِدَارِ هَوَانٍ وَلا مَضِيْعَةِ، فَالْحَقْ بِنَا نُوَاسِكَ


 “Ketika aku berjalan di pasar Madinah, seketika itu ada seorang petani dari petani-petani penduduk Syam yamng datang membawa makanan untuk di jual di pasar Madinah, ia berkata,’Siapa yang dapat menunjukkanku kepada Ka’ab bin Malik?’ lalu orang-orang langsung menunjukkannya sampai di menemuiku dan menyerahkan sepucuk surat kepadaku dari raja Ghassaan, dan aku seorang yang dapat menulis, lalu aku membacanya, dan isinya,’Amma ba’du, sesungguhnya telah sampai kepadaku berita bahwa pemimpinmu  telah berpaling meninggalkanmu dan sesungguhnya Alllah tidaklah menjadikan bagimu tempat yang Hina dan kesia-siaan maka bergabunglah bersama kami, kami akan menyenangkanmu.” ( Muttafaqun ‘Alaihi )

Lihat dan renungkanlah wahai saudaraku yang tercinta, bagaimana kaum kafir yang berada di sekeliling negeri Islam mengintai berita-beritanya hingga jika mendapat kesempatan, mereka akan menyerang negeri islam tersebut dari segala penjuru. Akan memperjelas hal ini, perkara berikut,

Kedua

Umat-umat Kafir saling menyeru sebagiannya pada sebagian yang lain dan bersatu mengadakan persengkongkolan untuk melawan islam, negeri islam, para pemeluknya dan para da’inya

Siapa yang pernah membaca sejarah penyerangan tentara Salib dan mengetahui rahasia perang dunia pertama, di saat orang-orang Eropa {Bani Asfar} mengirim pasukan tentaranya untuk menghancurkan negara Kekhalifaan, akan sangat jelas baginya Indikasi tersebut seperti jelasnya Matahari di siang bolong.

Supaya persengkongkolan mereka itu semakin sempurna maka mereka mendirikan Forum-forum, perkumpulan-perkumpulan, majelis-majelis dan akhirnya membentuk system baru yang bersifat mandunia dimana ketamakan serta kerakusan semakin mengobarkan semangat mereka hal ini diperjelas oleh perkara berikut,

Ketiga

Negeri-negeri kaum Muslimin merupakan sumber kekayaan dan Barakah hingga orang-orang Kafir berusaha untuk menguasainya, oleh karena itu Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyerupakannya dengan bejana besar yang penuh berisi makanan lezat yang menjadikan orang-orang kelaparan ingin memakannya, lalu mereka bersama-sama menyerangnya, masing-masing ingin mengambil bagiannya laksana Singa.

Keempat

Umat-umat kafir telah memakan kekayaan kaum muslimin, mencuri sumber kekayaan alamnya serta mengambilnya dengan semena-mena, tanpa ada yang melarangnya dan mencegah. Mereka dapat meraih kekayaan kaum muslimin dengan leluasa

Kelima

Umat-umat kafir telah menjadikan negeri-negeri muslimin sebagai serdau-serdadu yang dikendalikan dan membaginya sebagai negara-negara kecil yang bercerai-berai, sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Hawalah beliau berkata,”Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda,

ستجنّدونَ أجناداً؛ جنداً بالشامِ، وجنداً بالعراقِ، وجنداً باليمنِ. فقلتُ : خِرلي يارسولَ الله! قالَ: عليكم بالشامِ، فمن أبى فليلحق بيمنِهِ، وليستقِ من غُدره، فإنَّ الله عزَّ وجلَّ تكفل لي بالشامِ وأهِلها. قالَ ربيعةُ : فسمعتُ أبا إدريسَ الخولانَّي يحدَّث ويقولُ : ومن تكفَّلَ الله بهِ فلا ضيعةَ عليه.

 “Kalian akan dijadikan beberapa pasukan, pasukan di Syam, pasukan di Iraq, dan pasukan di Yaman, lalu aku bertanya,’Pilihkan untuk kami wahai Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  lalu beliau berkata,”Pilihlah oleh kalian yang di Syam,barang siapa yang enggan, maka bergabunglah dengan yang di Yaman dan hendaklah meminum airnya, karena Allah telah menjaga Syam dan penduduknya”. Kemudian Rabi’ah berkata,’Aku mendengar Abu Idris al Khaulani menceritakan hadits ini dan berkata,’Siapa yang di jaga oleh Allah maka tidak akan lenyap {Hancur}.” (Shahih)


Bukankah demikian Realita umat islam negeri-negeri kecil yang tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki hak mengatur perkara dalam  dan luar negeri mereka sendiri dan mereka mengantungkan kekuatan perlindungan dan Politik mereka kepada umat-umat Kafir? Allahu al-Musta’an wa ‘Alaihi at-Tuklaan

Keenam

Umat-umat kafir kini tidak pernah gentar kepada kaum Muslimin, sebab kewibawaan kaum Muslimin telah hilang di mata umat yang lain. Yaitu kewibawaan yang dahulu menggetarkan persendian orang-orang kafir dan membuat tentara setan menggigil ketakutan. Karena senjata pamungkas dari Allah, yaitu rasa takut yang ada di hati orang-orang kafir, masih belum memenuhi hati-hati mereka dan belum mengguncang benteng-benteng mereka.

Allah Ta’ala berfirman,

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا

“Akan kami masukkan ke dalam hati-hati kaum kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang  Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu.”{QS; Ali ‘Imron; 151}

Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda,

نُصرتُ بالرُّعبِ مسيرةَ شهرٍ

 “Aku telah dimenangkan dengan perasaan takut  {pada musuh} sejak perjalanan satu bulan.” 

(HR. Al-Bukhari I/ 436 Fathul Bari dan Muslim 561 dari Hadits Jabir bin Abdillah.)

Keistimewaan ini bukan hanya untuk Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi juga untuk umat Islam, dengan dalil sabda Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Hadits Tsauban tadi,

ولينزعنَّ الله من صُدورِ عدوَكم المهابةَ منكم

 “Dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian.”

Ketujuh


Intisari kekuatan islam bukan terletak pada besarnya jumlah, perlengkapan persenjataan, tentara berkuda dan infantrinya. Akan tetapi pada Aqidah dan Manhajnya. Karena mereka adalah umat Aqidah dan memikul panji Tauhid. Bukankah anda mendengar jawaban Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap Shahabat yang mempertanyakan, apakah karena kaum Muslimin jumlahnya sedikit? {beliau menjawab}


بل أنتم يومثذِ كثيرٌ؟

 “Tidak bahkan kalian pada saat itu banyak.”

Renungkanlah pula pelajaran yang terdapat pada Perang Hunanin, anda akan mendapati sebagai contoh yang tepat untuk setiap zaman,

وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا

 “dan ingatlah pada peperangan Hunanin, yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun.”{QS; At-Taubah; 25}

Insya Allah ................bersambung Kedelapan Umat islam tidak lagi diperhitungkan oleh unat-umat dunia,


Di salin Rio Kristianto, 
Di nukil dari Kitab “Limadza Ikhtartu al-Manhaj as-Salafy” 
oleh Syaikh Salim  bin I’d al-Hilaly