Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive

About Me

Kamis, 04 September 2014

Kedelapan


Umat islam tidak lagi diperhitungkan oleh unat-umat dunia, sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

ولكنّكم غُثاءُ كغُثاءِ السَّيلِ
 

 “Akan tetapi kalian itu seperti Buih Banjir.”

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini mengisyaratkan beberapa hal di antaranya,

Bahwasannya buih yang di bawa oleh banjir yang besar mengapung di atasnya mengikut bersama arusnya. Begitulah umat islam {kecuali yang dirahmati Allah} mengapung di bawa arus bangsa-bangsa kafir. Sampai-sampai kalau sekiranya burung gagak menggaok seperti orang gila, lalat mendengung di majelis-majelis fitnah, niscaya mereka akan diam terpaku seakan tidak mendengar atau melihatnya. Niscaya gaokan gagak dan dengungan lalat itu mereka jadikan sebagai keputusan yang pasti dan jelas.


Sesungguhnya air bah itu membawa buih yang tidak bermanfaat bagi umat manusia. Demikian pula halnya dengan umat ini sekarang {keculai yang dirahmamati oleh Allah}, belum menunjukkan perannya di tengah-tengah bangsa dunia, yaitu menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Buih itu akan terbuang percuma. Oleh sebab itulah Allah akan mengganti siapa saja yang berpaling dan akan memberi kekuasaan kepada Thaifa Manshurah {Ahlussunnah wal Jama’ah} yang dapat memberi manfaat kepada manusia di atas muka bumi.


Buih yang dibawa arus Bah itu bercampur baur dengan kotoran-kotoran yang terdapat di bumi dan sampah-sampah segala sesuatu. Demikianlah halnya dengan pemikiran umat Islam sekarang yang sudah banyak sekali dikotori oleh sampah Filsafat, Budaya dan peradaban Modern.

Buih yang terbawa oleh arus banjir itu tidaklah diketahui kemana mengalirnya. Perumpamaannya seperti orang yang menggali lubang kuburnya dengan kukunya. Demikianlah kondisi umat islam sekarang ini {kecuali yang dirahmati oleh Allah}, mereka tidak tahu makar apa yang ditujukan oleh musuh terhadap mereka. ironisnya kendati demikian mereka tetap mengikuti semua omongan dan selalu mengikuti kemana arah angin berhembus.

Kesembilan


Bahwasannya umat islam telah menjadikan dunia sebagai tujuan utama mereka dan menjadikannya sebagai standar ilmu mereka. oleh sebab itu mereka membenci kematian dan berharap tetap hidup. Mereka sibuk mengurus dunia dan tidak mengumpulkan bekal untuk menyongsong hari Akherat.

Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat khawatir umatnya akan mencapai kondisi seperti ini. 

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits dari Abdullah bin Amru bin al-Ash dari Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda,

إذا فُتحت عليكم فارسُ والرُّومُ، أيُّ قومٍ أنتم؟

 “jika telah ditaklukkan bangsa Parsi dan Romawi atas kalian, apakah yang kalian lakukan setelah itu?”

قالَ عبدُالرحمنِ بنُ عوفِ : نقولُ كما أمرنا الله!


Abdurrahman bin ‘Auf menyahut,’Kami akan mengatakan apa yang diperintahkan oleh Allah!’
قال : أو غير ذلك؛ تتنافسونَ، ثمَّ تتحاسدونَ، ثمَّ تتدابرونَ ثمَّ تتباغضونَ ـأونحو ذلك ـ ثمَّ تنطلقونَفي مساكين المهاجرينَ؛ فتجعلونَ بعضَهم على رقابِ بعض. 

Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab,”Ataukah selain itu yang kalian lakukan!? Kalian justeru saling berlomba dan saling iri dan dengki kemudian kalian saling membenci dan memusuhi. Kemudian kalian mendatangi orang-orang miskin dan lemah dari kalangan Muhajirin, lalu kalian angkat sebagian mereka menjadi pemimpin bagi sebagaian lainnya.’”

(HR. Muslim 2962.)

Oleh sebab itulah ketika perbendaharaan Kisra Parsi berhasil direbut, ‘Umar bin al-Khaththab menangis dan berkata,”Tidaklah Allah memberikan kemenangan seperti ini melainkan akan menjadikan pertumpahan darah di antara mereka sendiri.”


Kesepuluh


Bahwasannya bangsa-bangsa kafir tidak akan mampu menumpas habis umat islam meskipun mereka bersatu dari segala penjuru untuk itu! Dan sungguh mereka telah bersatu untuk tujuan itu sebagaimana disebutkan secara jelas dalam sebuah Hadits Riwayat Tsauban ia berkata Rosululloh Shallallahu Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,


إِنَّ اللهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ، فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا، وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ، وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ، وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ، فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ، وَإِنَّ رَبِّي قَالَ: يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ، وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ، وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ، يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ، وَلَوِ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا - أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا - حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا، وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا "،

" Sesungguhnya Allah Ta’ala telah membentangkan bumi kepadaku sehingga aku dapat melihat belahan timur dan belahan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai belahan Bumi yang dibentangkan kepadaku itu. Dan telah diberikan kepadaku dua perbendaharaan: Merah {Romawi} dan Putih {Parsi}. Aku meminta kepada Rabb-Ku agar Umatku jangan di binasakan dengan Musibah paceklik yang berkepanjangan, dan jangan dikuasakan kepada musuh dari luar kalangan mereka hingga merampas seluruh negeri mereka, kecuali musuh dari kalangan mereka sendiri. Lalu Allah berfirman,”Hai Muhammad bila aku telah menetapkan sesuatu, maka ketetapan itu tidak akan dirubah lagi, dan sesungguhnya aku telah memberikan kepadamu untuk umatmu  bahwa Aku tidak akan membinasakan mereka dengan paceklik yang berkepanjangan, dan tidak akan menjadikan musuh berkuasa atas mereka selain dari kaum mereka sendiri, sesungguhnya musuh-musuh itu tidak akan dapat merampas seluruh negeri mereka, sekalipun manusia yang ada dibelahan Bumi ini berkumpul menghadapi mereka, sampai nantinya umatmu saling menghancurkan di antara mereka sendiri dan sebagian mereka menawan sebagian lainnya" 

( Hr. Muslim 2889.)

Jika demikian, apa yang membuat pohon kokoh yang akarnya menancap ke bumi dan cabangnya menjulang ke langit ini menjadi kering tidak memiliki kekuatan?

Jawabannya ada pada {Hadits Hudzaifah di bawah ini}

Insya Allah:...............bersambung.  KEDUA, Kondisi Dakhan
Di salin  Rio Kristianto


Di nukil dari Kitab “Limadza Ikhtartu al-Manhaj as-Salafy” 
oleh Syaikh Salim  bin I’d al-Hilaly


 







0 komentar: